Kisah Penemuan Reruntuhan Roket Pendorong Apollo 11 di Dasar Samudera Atlantik

2012 lalu, para peneliti bawah laut berhasil mengangkat reruntuhan roket mesin pendorong Appolo 11 dari dari dasar Samudera Atlantik

Kisah Penemuan Reruntuhan Roket Pendorong Apollo 11 di Dasar Samudera Atlantik
Dailymail
Peneliti bawah laut berhasil mengangkat rerutuhan roket pendorong yang digunakan Apollo 11 dari dasar Samudera Atlantik. Keberhasilan itu membuka peluang untuk merestorasi sebuah perjalanan bersejarah. 

Saat itu, Armstrong menjadi orang pertama yang menginjakkan kakinya di bulan.

Setelah 27 menit, Aldrin menyusul Armstrong.

Michael Collins tetap berada di orbit bulan dalam Command Module.

Tugas terpenting dari dua angkasawan itu adalah mengabadikan area bulan dengan kamera, dan yang paling penting mencari contoh jenis-jenis tanah yang ada di bulan untuk bahan penelitian Selenologi (ilmu pengetahuan tentang geologi bulan).

Seusai misi ini, seperti diberitakan Harian Kompas, 23 Juli 1969, Armstrong menyatakan telah melihat keindahan dari ketinggian 700 meter dari permukaan bulan ketika Lunar Module melontarkan pesawat.

"Oh Tuhan, betapa indahnya!" seru Armstrong

Selanjutnya, dilakukan misi kembali ke bumi. Collins menunggu kedatangan Armstrong dan Aldrin sambil berteriak "Allelulaa!" karena kegembiraannya.

Setelah ketiga awak tersebut bertemu, mereka mengelilingi bulan satu kali lagi dan menghidupkan mesin, kemudian mengarahkan pesawatnya kembali ke bumi.

Perjalanan 59 jam dari bulan ke bumi digunakan ketiga astronot ini untuk beristirahat.

Pada 24 Juli 1969, ketiganya tiba di bumi dengan mencebur bersama Apollo 11 di Lautan Pasifik, kira-kira 1.400 km sebelah barat daya Hawai. Kapal induk Hornet dan tim penolong membantu ketiga astonot itu untuk keluar dari laut. (*)

Penulis: Mona Kriesdinar
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved