Polisi Selidiki Penjualan Rudal Militer yang Disita dari Kelompok Ekstrem Kanan

Rudal dengan panjang sekitar 3,5 meter itu buatan Prancis, dan diduga hendak dijual oleh Del Bergiolo dengan harga sekitar Rp7,3 miliar

Polisi Selidiki Penjualan Rudal Militer yang Disita dari Kelompok Ekstrem Kanan
IST/AFP/POLIZIA DI STATO
Petugas polisi Italia membawa rudal Matra yang disita dalam penggerebekan di Turin, Senin (15/7/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Kepolisian Italia menyita sebuah rudal udara-ke-udara dalam sebuah penggerebekan terhadap kelompok ekstrem kanan-jauh di kawasan Turin, Italia, pada Senin (15/7/2019).

Diketahui jika rudal Matra Super 530F tersebut sebelumnya dimiliki oleh tentara Qatar dan telah dijual kepada negara ketiga pada tahun 1994.

"Qatar bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk Italia, untuk mengungkap fakta dan sangat prihatin tentang bagaimana sebuah rudal yang telah dijual ke negara ketiga 25 tahun lalu bisa berakhir di tangan pihak non-negara," kata juru bicara kementerian luar negeri Qatar, Lolwah al-Khater, di Twitter.

Tragis, Pelaku Unggah Pembunuhan Selebgram Bianca Devins di Akun Instagram

Khater mengatakan, rudal Matra yang disita kepolisian Italia itu telah dijual oleh Doha pada tahun 1994 dalam kesepakatan yang mencakup 40 rudal Matra Super 530F ke negara sahabat yang ingin tidak disebutkan namanya pada saat penyelidikan.

Menurut seorang pakar, rudal itu merupakan pengembangan dari rudal R530 yang telah digunakan sejak 1980.

Rudal itu mampu menjangkau hingga 25 kilometer dan membawa muatan peledak sampai 30 kilogram.

Rudal Matra Super 530F yang disita dari kelompok fasis ekstrem kanan di Turin, Italia
Rudal Matra Super 530F yang disita dari kelompok fasis ekstrem kanan di Turin, Italia (IST/Metro.co.uk)

Menurut laporan media Italia, rudal dengan panjang sekitar 3,5 meter itu merupakan buatan Prancis, dan diduga hendak dijual oleh Del Bergiolo dengan harga 470.000 euro (sekitar Rp7,3 miliar).

Sebelumnya diberitakan, polisi Italia menyita senjata dalam operasi penggerebekan dan menahan tiga orang, termasuk Fabio Del Bergiolo (50), seorang mantan kandidat untuk partai neo-fasis Forza Nuova.

Bersama Del Bergiolo, polisi juga menahan seorang warga negara Swiss berusia 42 tahun dan seorang Italia berusia 51 tahun. Ketiganya dituduh menyimpan dan memperjualbelikan rudal, yang ditemukan di sebuah gudang dekat bandara kecil Rivanazzano Terme di provinsi Pavia.

Ratusan bagian senjata dan rudal yang disita polisi dari kelompok ekstrem kanan-jauh di kawasan Turin, Italia, pada Senin (15/7/2019).
Ratusan bagian senjata dan rudal yang disita polisi dari kelompok ekstrem kanan-jauh di kawasan Turin, Italia, pada Senin (15/7/2019). ()

Polisi menemukan tumpukan senjata termasuk senapan mesin Scorpion, 306 bagian senjata api, serta 20 bayonet, di kediaman Del Bergiolo.

Penggerebekan tersebut dilakukan polisi setelah melakukan penyelidikan terhadap para ekstremis Italia yang diketahui berperang melawan pemberontak pro-Rusia di Ukraina.

Polisi menyelidiki Del Bergiolo setelah berhasil menyadap pesan yang telah mengirim foto-foto rudal untuk dijual melalui aplikasi WhatsApp. (Agni Vidya Perdana)

.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rudal yang Disita Polisi Italia dari Kelompok Neo-Nazi Dijual Qatar pada 1994"

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved