Pendidikan

Pentingnya CIO Perguruan Tinggi di Era Revolusi Industri

Pengelolaan teknologi informasi dewasa ini masih sering menjadi kendala para pimpinan di lingkungan pendidikan tinggi.

Pentingnya CIO Perguruan Tinggi di Era Revolusi Industri
Istimewa
UII menggelar IHE CIO Forum 2019 di Kampus Terpadu UII 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pengelolaan teknologi informasi dewasa ini masih sering menjadi kendala para pimpinan di lingkungan pendidikan tinggi.

Kendala tersebut terutama pada segi pengorganisasian layanan agar sejalan dengan misi dan tujuan strategis institusi pendidikan tinggi.

Seiring dengan lajunya transformasi digital, terlebih dengan hadirnya revolusi industri 4.0, dibutuhkan Chief Information Officer (CIO) yang mampu bertanggung jawab dan mengelola teknologi untuk mecapai target institusi.

Daftar Universitas dan Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta, Lengkap dengan Status Akreditasi

Kepala LLDIKTI Wilayah V, Prof Dr Didi Achjari SE M com Akt CA pada Indonesia Higher Education CIO Forum (IHE CIO Forum) mengatakan perkembangan teknologi yang masif harus mampu dimaksimalkan dengan baik oleh perguruan tinggi, sehingga mampu membantu percepatan di dalam perkembangan setiap perguruan tinggi.

Sebab tidak semua perguruan tinggi menyadari peran teknologi dan informasi.

“Kebanyakan perguruan tinggi mungkin melihat teknologi hanya sebagai alat untuk membantu efisiensi tapi tidak sebagai penambah nilai,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Kamis (18/7/2019).

Sultan Minta Perbaikan Kualitas dan Kompetensi Perguruan Tinggi Ditingkatkan

Lanjutnya, CIO memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan perguruan tinggi melalui teknologi.

Pasalnya tidak hanya sekadar menguasai teknologi saja, CIO juga perlu memiliki kemampuan memimpin, mengukur dan meningkatkan hasil, membuat strategi dan mengatur sumber-sumber daya yang ada.

“Dengan tuntutan kemampuan yang banyak inilah perlunya forum seperti IHE CIO ini agar para pimpinan perguruan tinggi dapat saling berbagi ilmu bahkan sumber daya agar mampu menciptakan suatu sistem yang berbasis teknologi guna kemajuan perguruan tinggi secara merata,” katanya.

Prof Edy Suandi Hamid : Mutu Perguruan Tinggi Swasta Harus Dijaga

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid ST MSc PhD mengatakan perguruan tinggi perlu mengubah mindset dari workaround menuju turnaround.

“Solusi sementara menjadi sementahun untuk merespon kebijakan yang berubah-ubah tetapi orientasinya saat ini bukan masa depan. Akhirnya banyak hutang teknikal yang harus dibayar sepanjang hidup kita,” ungkapnya.

Ia menambahkan pentingnya bagi para CIO perguruan tinggi memperhatikan sumber daya teknis maupun non teknis.

Sumber daya teknis ini berupa infrastuktur pendukung seperti layanan internet sebagai media dalam menghimpun data yang banyak.

Sedangkan sumber daya non teknis berupa kemampuan dan kemauan individu untuk meningkatkan kualitas, meninggalkan kebiasaan buruk serta mengatur strategi ke depan agar dapat membangun sebuah keluaran yang terbaik.

“Tak hanya layanan yang perlu kita pelajari bersama namun juga bagaimana tata kelola sumber daya manusianya dalam menanggapi isu permasalahan yang ada,” ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved