Bantul

Waspada Hewan Tidak Sehat Jelang Idul Adha, Pedagang Diimbau Lengkapi Surat Kesehatan Hewan

DPPKP Kabupaten Bantul mengimbau pedagang hewan ternak supaya melengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) sebelum ternak diperjualbelikan.

Waspada Hewan Tidak Sehat Jelang Idul Adha, Pedagang Diimbau Lengkapi Surat Kesehatan Hewan
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Ir. Pulung Haryadi Msc. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul mengimbau pedagang hewan ternak supaya melengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) sebelum ternak diperjualbelikan.

Hal itu guna mengetahui kondisi kesehatan hewan dan mencegah peredaran hewan tidak sehat, menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha pada awal Agustus mendatang.

"Kalau bertransaksi hewan ternak harus ada SKKH, itu kuncinya," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Ir. Pulung Haryadi Msc, ketika ditanya antispasi peredaran hewan tidak sehat, Rabu (17/7/2019).

Musim Kemarau Panjang, DPPKP Bantul Anjurkan Petani Manfaatkan Lahan Pekarangan

SKKH ini dikeluarkan oleh dokter hewan di daerah asal ternak. Sehingga bisa mengetahui bahwa hewan yang diperjualbelikan dipastikan dalam keadaan sehat.

Pulung mengaku telah melayangkan surat edaran kepada 10 Pos kesehatan hewan (Poskeswan) dan kepada para pedagang ternak. Baik pedagang hewan tetap maupun yang dadakan.

"Sebelum ternak dipasarkan mengabari kami, sehingga bisa kita check," tuturnya.

Pastikan Kesehatan, Pantau Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Lalu Lintas Hewan Kurban

Selain itu, sebagai langkah antisipasi peredaran hewan ternak tidak sehat, pihaknya juga menganjurkan kepada masyarakat yang hendak melakukan pemotongan hewan supaya dilakukan di tempat yang aman. Seperti misalnya Rumah Potong Hewan (RPH).

Sehingga untuk post mortem dan ante mortem hewan bisa diperiksa dan daging bisa diawasi.

Turunkan 150 Petugas

Pulung mengaku tidak mau kecolongan. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan untuk mencegah hewan tidak sehat dipotong saat hari raya kurban.

Dermawan Mindset, Habit, dan Effect: Membentuk Logika Filantropi dalam Berkurban

Termasuk menargetkan akan melakukan pengecekan di 2000 titik.

Menurutnya ada 150 petugas yang terdiri dari Dokter dan paramedis yang bertugas melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban.

"Kita tidak mau kecolongan apabila ada hewan ternak yang masuk ke Bantul tanpa dilengkapi dengan SKKH," ujar dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved