Sport

Sembilan Atletnya Dilarang Tampil di Porda DIY, KONI Kota Yogya Siapkan Dua Langkah

KONI Kota Yogyakarta berencana menempuh jalur hukum, sekaligus menggelar aksi damai, untuk menyikapi keputusan KONI DIY yang mencoret sembilan atletny

Sembilan Atletnya Dilarang Tampil di Porda DIY, KONI Kota Yogya Siapkan Dua Langkah
istimewa
Ketua Umum (Ketum) KONI Kota Yogyakarta, Tri Joko Susanto (kanan), didampingi Wakil Ketua Umum II, Bastari Ilyas, saat memberi keterangan pada wartawan, di kantor setempat, Rabu (17/7/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - KONI Kota Yogyakarta berencana menempuh jalur hukum, sekaligus menggelar aksi damai, untuk menyikapi keputusan KONI DIY yang mencoret sembilan atletnya, yang diproyeksi tampil dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2019.

Dua opsi tersebut bakal diambil lantaran permohonan pihak KONI Kota Yogyakarta untuk menggelar audiensi dengan Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) DIY, tidak mendapat restu.

KONI DIY akhirnya menolak, karena keputusan dianggap telah final.

Gabriel Dicoret dari Porda DIY, Orang Tua Atlet Keberatan

Ketua Umum (Ketum) KONI Kota Yogyakarta, Tri Joko Susanto mengatakan, pihaknya sudah mendiskusikan dua langkah yang bakal diambil itu, bersama sembilan atlet yang dinyatakan gagal lolos verifikasi, orang tua atlet, hingga pengurus cabang olahraga (cabor).

"Kami sudah menerima surat jawaban dari KONI DIY yang memastikan mereka menolak permohonan kami. Sehingga, tidak ada jalan dialog, untuk menjelaskan bukti-bukti kami. Jadi, muncul dua opsi itu," tandasnya, Rabu (17/7/2019).

Menurut Tri Joko, dengan ditolaknya permohonan itu, upaya yang ditempuh pun bisa dibilang telah mentok.

Karenanya, ia tidak bisa lagi membendung kehendak dari atlet, maupun orang tua atlet, yang tentu ingin mempertanyakan nasib mereka di Porda DIY 2019, kepada pihak-pihak terkait.

KONI DIY Putuskan Jumlah Atlet untuk Porda DIY 2019

"Kami belum tahu, atlet-atlet ini akan menggelar aksi damai di mana, yang jelas mereka ingin mengadukan nasib sebagai atlet DIY dan berdomisili di DIY, tapi tak bisa bertanding di Porda besok," cetusnya.

"Bisa jadi, aksi damai nanti akan digelar di KONI DIY, bisa ke DPRD DIY, atau bisa juga ke Gubernur DIY ya, sebagai pemangku kebijakan di DIY," imbuh Tri Joko.

Wakil Ketua Umum II KONI Kota Yogyakarta, Bastari Ilyas menambahkan, selain aksi damai, pihaknya pun membuka peluang untuk menyerat polemik ini menuju meja hijau.

Menurutnya, hal ini harus dilakukan demi kepentingan atlet yang berambisi mengejar prestasi.

"Kami siap mendampingi para atlet, untuk menggugat putusan KONI DIY, yang menggunakan landasan atas keputusan BAORI DIY atau BAORDA ini ke peradilan umum. Jadi, bukan ke PTUN," tegasnya.

Gelar Tes Fisik, KONI DIY Siap Evaluasi Atlet Puslatda

Pihaknya berkomitmen memperjuangkan nasib atlet, yang dinilai sangat merugikan dan mengancam masa depan karir mereka.

Terlebih, mereka sejatinya sudah memenuhi syarat, dengan menjadi warga DIY, serta berdomisili lebih dari satu tahun, demi tampil pada gelaran Porda DIY 2019 mendatang.

"Porda DIY itu azasnya adalah domisili. Kalau sudah terpenuhi, ya sudah, berarti sah. Kami perjuangkan ini demi kepentingan jangka panjang untuk DIY, bukan hanya untuk Kota Yogyakarta," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved