Nasional

SAFENet: Hentikan Pemeriksaan 2 Youtuber yang Diadukan Garuda Indonesia

Dua orang Youtuber Indonesia, yakni Rius Vernandes dan Elwiyana Monica dilaporkan ke polisi setelah mengunggah pengalamannya naik pesawat ke media sos

SAFENet: Hentikan Pemeriksaan 2 Youtuber yang Diadukan Garuda Indonesia
IST/Youtube Rius Vernandes
Menu tulisan tangan di kelas bisnis pesawat Garuda Indonesia yang diunggah dua Youtuber, Rius Vernandes dan Elwiyana Monica, dan berbuntut kasus hukum. 

Adapun nama baik yang dimaksud, lanjut Damar, adalah suatu rasa harga diri atau martabat yang didasarkan pada pandangan atau penilaian yang baik dari masyarakat terhadap seseorang dalam hubungan pergaulan hidup bermasyarakat.

Nama baik adalah kehormatan yang diberikan oleh masyarakat kepada seseorang berhubung dengan kedudukannya di dalam masyarakat.

"Dengan demikian, unsur pencemaran nama baik dilakukan orang satu kepada orang yang lain. Sedangkan dalam kasus Rius, pihak Garuda Indonesia tidak termasuk unsur perorangan, melainkan perusahaaan penerbangan nasional, sehingga pelaporan yang dituduhkan terhadap Rius tidak memenuhi unsur pencemaran nama baik seseorang," katanya.

Kedua, muatan pencemaran nama baik di UU ITE harus dikorelasikan dengan Pasal 310 KUHP, yaitu dengan makna menuduh melakukan sesuatu.

"Sementara dalam postingan Rius Vernandes yang diposting bukanlah upaya menuduh apalagi memfitnah. Hal yang dilakukan Rius Vernandes hanya mendokumentasikan kejadian yang dialaminya," tegasnya.

Ketiga, perbuatan memuat kabar bohong mengandung unsur yang tidak berdasar dari kenyataan dan fakta, melainkan dari sebuah peristiwa yang tidak benar-benar terjadi.

"Perbuatan Rius Vernandes tidak bisa dikatakan memuat kabar bohong karena dilakukan berdasarkan pada peristiwa yang terjadi pada dirinya sebagai penumpang kelas bisnis Garuda," ujarnya lagi.

Oleh karena itu, SAFEnet meminta:

1. Kepolisian Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, segera menghentikan pengusutan terhadap dua (2) Youtuber Indonesia Rius Vernandes dan Elwiyana Monica karena tidak ditemukannya unsur pidana seperti yang diadukan, dan bahwa tindakan itu akan menimbulkan efek jeri pada kebebasan berekspresi.

2. Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) dan Garuda Indonesia sebaiknya mencabut aduan dan menempuh jalan mediasi untuk mencari jalan keluar dari persoalan ini. Harap diingat pelaporan pidana merupakan _ultimate remedium_, yakni jalan terakhir ketika upaya-upaya lain tidak berhasil mencapai tujuannya. Pemidanaan konsumen yang dlakukan ini hanya akan menunjukkan arogansi dan terkesan tidak bisa menerima kritik layanan dengan baik.

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved