Gunungkidul

Peristiwa Hewan Mati Mendadak Terjadi Lagi di Karangmojo

Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul tak mau ambil risiko dan melakukan langkah penguburan dan menyiramkan formalin 10 persen.

Peristiwa Hewan Mati Mendadak Terjadi Lagi di Karangmojo
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Lagi-lagi terjadi sapi mati mendadak di Dusun Ngagel, Kecamatan Karangmojo, Rabu (17/7/2019).

Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul tak mau ambil risiko dan melakukan langkah penguburan dan menyiramkan formalin 10 persen.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan selain melakukan kedua langkah tersebut pihaknya juga mengambil sampel darah dari sapi yang mati mendadak.

71 Koperasi yang Tidak Sehat di Gunungkidul Dibubarkan

"Kami sudah mendatangi lokasi dan sudah melakukan pemeriksaan. setelah melihat ciri-ciri sapi yang mati dipastikan bukann karena antraks. Tetapi sapi mati karena dikerubuti lalat yang menghisap darah," katanya.

Bambang menjelaskan kondisi kandang sapi tersebut kurang terawat kebersihannya sehingga menjadi sumber penyakit.

Walaupun ciri-cirinya mati bukan karna antraks pihaknya rtidak mau ambil risiko dan tetap mengambil sampel darah.

"Kita tunggu hasil dari laboratorium Balai Besar Veteriner Wates, untuk pencegahan penyebaran penyakit hewan kami sudah terapkan prosedur yang ketat," katanya.

Disdukcapil Gunungkidul Kehabisan Blangko E-KTP

Sambung dia, untuk penyebaran penyakit antraks saat ini belum menyebar masih di sekitar Dusun Grogol IV, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo.

Pihaknya jug atelah memastikan dengan cara mengambil sampel di tempat lain.

"Untuk antisipasinya juga kami telah melakukan vaksin antraks kepada hewan ternak," imbuhnya.

Kepala Seksi Kesehatan Veteriner, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Retno Widiastuti mengatakan untuk menanggulangi hewan mati mendadak adalah dengan cara mengubur.

Menurutnya jika hewan ternak saat sakit disembelih justru akan berbahaya karena memiliki potensi menyebarkan penyakit.

"Kalau dikubur bakteri akan mati seiring dengna membusuknya bangkai hewan. Seperti antraks kalau disembelih justru akan menyebar," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved