Gagal Panen Jadi Satu Faktor Pemicu Melonjaknya Harga Cabai di Pasaran

Cabai merah keriting di pasar Sleman menembus harga tertinggi hingga Rp70 ribu per kilogram.

Gagal Panen Jadi Satu Faktor Pemicu Melonjaknya Harga Cabai di Pasaran
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Cabai yang dijual oleh Sulami, pedagang sayuran di Pasar Sleman, Rabu (17/7/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Harga cabai di Kabupaten Sleman terpantau melonjak tajam.

Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com di Pasar Sleman, cabai merah keriting menembus harga tertinggi hingga Rp70 ribu per kilogram.

Marginingsih (50), seorang pedagang di Pasar Sleman mengatakan harga di tingkat petani pun juga tinggi.

Salah satu penyebab utamanya adalah hasil panen yang tidak memuaskan.

"Biasanya di musim kemarau seperti ini banyak yang gagal panen. Petani yang menanam juga tidak banyak," kata Ningsih saat ditemui pada Rabu (17/07/2019).

Ningsih mengatakan sebelumnya ia juga merupakan petani cabai.

Pada saat musim kemarau seperti ini, hasil panen cabai hanya mencapai maksimal 3 kilogram per seribu meter persegi.

Padahal, jika sedang panen raya, hasilnya bisa mencapai setengah kuintal untuk lahan seluas seribu meter persegi.

"Kalau baru panen di tingkat petani harga per kilogram sekitar Rp9 ribu. Tapi kalau saat seperti ini bisa mencapai Rp27 ribu per kilonya," jelas Ningsih.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Sulami (51), pedagang sayur lainnya di Pasar Sleman.

Menurutnya, cabai merupakan jenis tanaman yang cukup rumit perawatannya.

Hal inilah yang menyebabkan harga cabai sangat fluktuatif.

Meskipun demikian, ia memperkirakan mahalnya cabai ini tidak akan bertahan lama.

"Kemungkinan setelah Idul Adha nanti mulai berangsur-angsur turun," kata warga Pendowoharjo ini.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved