Yogyakarta

BPBD DIY Gelar TTX, Tingkatkan Kewaspadaan Soal Potensi Tsunami

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY rencananya akan menyelenggarakan geladi ruang atau Table Top Exercise (TTX) Menghadapi Ancaman Tsunami

BPBD DIY Gelar TTX, Tingkatkan Kewaspadaan Soal Potensi Tsunami
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana saat ditemui media di kantornya, Rabu (17/7/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY rencananya akan menyelenggarakan geladi ruang atau Table Top Exercise (TTX) Menghadapi Ancaman Tsunami pada 17 hingga 18 Juli 2019 di kantor BPBD DIY.

Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana menjelaskan TTX akan difokuskan pada penanganan darurat bencana tsunami.

Hal ini dilatari pada data yang mencatat bahwa dalam 29 tahun terakhir, telah terjadi sedikitnya 18 kali tsunami di Indonesia.

Info BMKG, Gempa Guncang Sebelah Barat Daya Nusa Dua Bali Tak Berpotensi Tsunami

Sadar akan adanya potensi dan risiko bencana tersebut, BPBD DIY merasa harus menyelenggarkan latihan penanganan tsunami.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menyusun gambaran rencana kontinjensi tingkat provinsi terkait penanganan Tsunami di DIY. Siapa melakukan apa, akan terlihat pada kegiatan tersebut, sehingga jika ada missing atau ketugasan ganda dapat menjadi bahan masukan serta koreksi dalam penanggulangan bencana, khususnya tsunami," ujar Biwara kepada media, Rabu (17/7/2019).

BPBD DIY Minta Masyarakat Kurangi Aktivitas Penyebab Kebakaran

Selain itu, kata Biwara, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman nyata melalui berbagai cara.

Diantaranya dengan melakukan rangkaian siklus kesiapsiagaan, yaitu perencanaan, pengorganisasian dan penyiapan sumberdaya, pelatihan dan latihan, dan evaluasi.

"Hasilnya ditindaklanjuti dengan tindakan-tindakan perbaikan yang nyata," lanjutnya.

Dalam TTX akan menyimulasikan suatu keadaan darurat dalam kondisi informal dan lingkungan yang tanpa tekanan.

Atasi Kekeringan, BPBD DIY Rancang Solusi Jangka Panjang dan Pendek

Para manajer dan pemangku kebijakan terkait akan duduk bersama-sama dalam suatu meja mendiskusikan suatu permasalahan dan prosedur dalam konteks suatu skenario darurat yang telah disusun sebelumnya.

Fokusnya adalah berlatih dan membiasakan diri dengan peraturan, prosedur, dan tanggung jawab dalam konteks skenario tersebut, dimana utamanya adalah pemerintah kabupaten/kota sebagai lini depan dan pemerintah DIY mendukung dan membantu pada tingkat di atasnya.

"Terselenggaranya latihan dan gladi berupa TTX untuk meningkatkan sinergitas sumber daya dan SKPDB pemangku kebijakan terkait, meningkatkan kapasitas pelaku dalam mekanisme komando, kendali, komunikasi, dan koordinasi dalam tanggap darurat bencana," sambungnya.

Pada tahun 2020 rencananya akan dilanjutkan dengan Latihan Keterampilan atau Drill Skill, Geladi Posko atau Command Post Exercise (CPX), Full Scale Exercise (FSE), termasuk Evaluasi Pasca Aksi atau After Action Review (AAR).(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved