Awal Mula Gugatan Kasus Caleg Gunakan Foto Editan Lebih Cantik di Surat Suara

Gugatan dilakukan Farouk karena KPU NTB meloloskan ' foto cantik' Evi Apita Maya yang dianggap diedit secara berlebihan.

Awal Mula Gugatan Kasus Caleg Gunakan Foto Editan Lebih Cantik di Surat Suara
IST
Foto caleg DPD Evi Apita Maya yang dipermasalahkan 

Awal Mula Gugatan Kasus Caleg Gunakan Foto Editan Lebih Cantik di Surat Suara

TRIBUNJOGJA.COM - Nama anggota DPD Evi Apita Maya menjadi sorotan publik setelah Farouk Muhammad menggugat Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Nusa Tenggara Barat ( NTB) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan dilakukan Farouk karena KPU NTB meloloskan ' foto cantik' Evi Apita Maya yang dianggap diedit secara berlebihan.

Evi Apita Maya adalah caleg nomor urut 26 Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berhasil menorehkan suara terbanyak yakni 283.932 suara dan dipastikan lolos ke Senayan.

Sebelumnya, ada 23 calon anggota DPD yang berebut kursi senator tersebut di NTB. Yang mengejutkan, Evi mengalahkan wajah-wajah lama petahana dalam perebutan kursi DPD di NTB seperti mantan istri Tuan Guru Bajang ( TGB) Zainul Majdi yakni Hj. Robiatul Adawiyah.

Bukan hanya digugat karena foto cantik yang digunakan, saksi calon DPD RI Farouk Muhammad dan Oni Husaini Alzufri juga membuat pengaduan dugaan politik uang dengan bagi-bagi sembako saat kampanye yang dilakukan Evi Apita Maya.

"Saksi melaporkan bahwa adanya pemalsuan dokumen atau gambar pengunaan foto, sebagai persyaratan administrasi calon perseorangan anggota DPD RI. Semestinya bakal calon mengunakan foto terbaru maksimal 6 bulan sebelum pendaftaran di KPU," kata komisioner KPU NTB Syamsudin sebelum rapat pleno ditutup, Selasa (14/5/2019) dini hari.

Sementara itu Evi Apita Maya menyebutkan dirinya sangat optimis bisa memenangkan gugatan PHPU di MK yang diajukan oleh Farouk Muhammad, pesaingnya.

Dirinya mengaku tengah mempersiapkan sejumlah data dan dalil untuk membantah tudingan itu.

“Pasti kami optimistis, semua bukti sudah kami siapkan, dalil kami sudah siapkan, oleh tim dan Insya Allah itu sebagai penguat,” ungkap Evi saat dikonfirmasi, Minggu (14/7/2019).

Evi menegaskan, dirinya telah melewati mekanisme sesuai prosedur dalam melakukan tahapan proses pemilu dan tidak ada aturan pelanggaran yang dibuat.

Halaman
12
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved