Sport

Gabriel Dicoret dari Porda DIY, Orang Tua Atlet Keberatan

Dicoretnya sejumlah atlet dari daftar peserta Porda DIY 2019 akibat gagal melewati proses verifikasi mutasi KONI DIY, memunculkan polemik.

Gabriel Dicoret dari Porda DIY, Orang Tua Atlet Keberatan
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Ayah dari Gabriel Titto Batistuta, Totok Subarjo dan Ketua Umum KONI Kota Yogyakarta, Tri Joko Susanto (kiri), saat dijumpai di kantor setempat, Senin (16/7/2019) petang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Dicoretnya sejumlah atlet dari daftar peserta Porda DIY 2019 akibat gagal melewati proses verifikasi mutasi KONI DIY, memunculkan polemik.

Ya, termasuk dari orang tua atlet, yang merasa karir anaknya terhambat, karena urung tampil.

Seperti disampaikan orang tua atlet cabang olahraga (cabor) sepatu roda DIY, Gabriel Titto Batistuta, yang mengaku kecewa dengan keputusan tersebut.

Ia pun berharap, anaknya tetap bisa ambil bagian dalam multi sport event tingkat provinsi itu.

5 Rekomendasi Mie Ayam di Jogja, dari yang Super Pedas sampai Buka Tengah Malam

"Sekarang harapan saya hanya satu, anak kami bisa ikut Porda DIY dan membela Kota Yogyakarta," kata ayah dari Gabriel, Totok Subarjo saat dijumpai Tribunjogja.com di Kantor KONI Kota Yogyakarta, Senin (16/7/2019) petang.

Kekecewaaan atas pencoretan Gabriel memang cukup beralasan, lantaran anaknya itu sudah menjadi bagian tim DIY di ajang PON 2016.

Bahkan, tahun ini pun ia masuk tim Puslatda Pra-PON, sehingga janggal jika atlet andalan DIY urung tampil di Porda.

Kepada KONI DIY, selaku induk organisasi olahraga di daerah istimewa ini, ia juga memohon supaya memberi kesempatan bagi semua atlet yang berstatus warga DIY, agar bisa disertakan dalam Porda.

Menurutnya, hal tersebut bisa mendorong kemajuan atlet.

"Kalau bisa, semua atlet DIY itu bisa tampil di Porda. Untuk atlet-atlet di lingkup DIY saja, jangan sampai kesempatannya dihambat. Perbolehkan main, agar semakin banyak pengalaman tanding," katanya.

KONI DIY Putuskan Jumlah Atlet untuk Porda DIY 2019

"Dengan begitu, nantinya bisa naik ke tingkat nasional. Porda itu pestanya olahragawan DIY loh, jangan malah anak kami tidak boleh ikut," imbuh Totok.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum (Ketum) KONI Kota Yogyakarta, Tri Joko Susanto mengatakan, telah mengajukan surat permohonan kepada KONI DIY agar bisa dipertemukan dengan Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) DIY. 

"Tapi, sampai saat ini, surat yang kami kirim ke KONI DIY sejak Jumat lalu belum ada jawaban. Jadi, kami masih akan tunggu seminggu ini," cetusnya.

Namun, seandainya nanti tidak mendapat tanggapan memuaskan, pihaknya bersiap menyiapkan tim hukum dan melakukan langkah lanjutan, guna mengupayakan atlet-atletnya yang dinilai tidak lolos verifikasi, agar bisa tampil di Porda DIY Oktober mendatang.

"Kami berencana membawa kasus ini ke PTUN, jika belum ada tanggapan dari KONI DIY. Ini bukan hanya masalah perebutan medali di Porda semata ya, tapi ini masalah kesempatan atlet-atlet DIY untuk tampil di Porda," pungkas Tri Joko. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved