Kulon Progo

Sejumlah Pihak Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga di Perbukitan Menoreh

Warga di wilayah Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau ini.

Sejumlah Pihak Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga di Perbukitan Menoreh
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Warga di wilayah Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau ini.

Bantuan air bersih mulai bermunculan untuk meringankan beban warga.

Tak hanya dari instansi pemerintah, bantuan juga datang dari brbagai pihak. Pada Minggu (14/7/2019) lalu, Barisan Relawan Distrik Kalibawang (Baladika) beserta Koramil dan manajemen PT Suradi Sejahtera Raya (SRD) memberikan bantuan 30 tangki air bersih kepada warga Pedukuhan Tanjung Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang.

Siswa SMP di Kulon Progo Jalani Ruqyah di Hari Pertama Sekolah untuk Menetralisir Penyakit Hati

"Dropping (penyaluran bantuan) air bersih kami terapkan skala prioritas. Warga yang betul-betul sudah sangat membutuhkan langsung ditindaklanjuti. Kami siapkan 30 tangki atau lebih sesuai kebutuhan warga,"jelas Danramil 05/Kalibawang, Kapten Inf Sukamta.

Di wilayah pedukuhan itu, setidaknya ada 80 kepala keluarga (KK) dengan 320 jiwa yang mengalami krisis air bersih.

Mata air di Puncak Suroloyo, Samigaluh yang biasanya jadi andalan warga untuk kebutuhan sehari-hari saat ini kondisinya sudah mengering.

Warga akhirnya harus mengambil air dari belik Sungai Tengkek di Banjaroya meski harus menempuh jarak tiga kilometer dalam medan yang berat.

Antisipasi Sapi Antraks, Dinas Peternakan Kulon Progo Terjunkan Tiga Tim Pemantau Hewan

"Kalau musim hujan, air dari Suroloyo lancar mengalir ke dua bak tampung dengan pipa yang ada di sini. Tapi, kalau sudah kemarau, airnya ngga mengalir sama sekali,: jelas seorang warga, Totok Dwi Haryono.

Bantuan juga datang dari para alumni Diktuba Polri gelombang I/2013 yang tergabung dalam perkumpulan The First Two Thousand and Three (TFTT).

Mereka menyalurkan bantuan 10 tangki air bersih kepada warga Pedukuhan Ngaglik, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo. Kamis (117) lalu.

Ketua TFTT, Antoriat Samsigit mengatakan kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian jajarannya kepada warga yang tengah dilanda krisis air bersih.

Sekaligus, turut memperingati HUT ke-73 Bhayangkara dengan bakti sosial.

Pihaknya berharap bantuan itu bermanfaat bagi masyarakat di tengah sulitnya mendapatkan air bersih.

"Sebelumnya kami sudah melakukan survei dan mendapati banyak warga membutuhkan air bersih. Biasanya mereka harus membeli air bersih senilai Rp200.000 untuk satu tangki. Itupun hanya bertahan untuk pemakaian selama 2 minggu saja. kami tergerak untuk memberikan bantuan ini,"kata Antoriat.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved