Bisnis

Laboratorium Klinik Prodia Beri Seminar Genomik Bagi Ratusan Dokter di Yogyakarta

Laboratorium klinik Prodia menggelar seminar pemeriksaan genomik bagi ratusan dokter di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, belum lama ini.

Laboratorium Klinik Prodia Beri Seminar Genomik Bagi Ratusan Dokter di Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Pembicara dalam seminar pemeriksaan genomik bagi ratusan dokter yang diselenggarakan oleh Laboratorium Klinik Prodia di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, tempo hari 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Laboratorium klinik Prodia menggelar seminar pemeriksaan genomik bagi ratusan dokter di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, belum lama ini.

Dihadirkan dalam seminar sekaligus menjadi pembicara ialah Profesor Gerard Pals, PhD dari VU University Medical Center, Amsterdam, Belanda, yang juga Guru Besar Kehormatan Universitas Gadjah Mada.

Hadir juga dikesempatan yang sama dokter Dian Kesumapramudya Nurputra, MSc, PhD, SpA, dokter spesialis anak di UGM, Novi Hastuti, MSc selaku Product Spesialis Prodia dengan moderator dokter Nur Imma Fatimah Harahap, PhD.

Klinik Prodia Perangi Hepatitis

Seminar sendiri mengusung tema 'Good Doctor for Better Disease Prevention – Seminar on Disease Prevention Through the Power of Genomic Testing'.

Dijelaskan dalam seminar, Genomik merupakan bidang kesehatan yang mempelajari gen pada tubuh manusia.

Sistem pemeriksaan kesehatan secara genomik pun saat ini telah dikembangkan di seluruh dunia, agar pengobatan menjadi lebih optimal.

Peringati Hari Diabetes Nasional, Tropicana Slim Ajak Cegah dan Lawan Hoaks Kesehatan

"Namun di Indonesia, pemeriksaan model ini masih belum familiar," ungkap Praktisi genomik Gerald Pals, PhD, di seminar pemeriksaan genomik oleh Laboratorium Klinik Prodia, di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta belum lama ini.

Menurutnya, setiap manusia memiliki 99,9 persen susunan DNA yang sama, tetapi ada 0,1 persen perbedaan.

Hal itu membuat perbedaan tinggi badan, warna mata, warna kulit dan lain sebagainya.

Menurut Guru Besar Kehormatan di Universitas Gadjah Mada itu, metode pemeriksaan dilakukan berdasar sifat genetika yang dimiliki manusia.

Maka, meski mengidap penyakit yang sama, konsumsi obat dari sisi takaran, dosis, setiap orang tidak bisa disamakan.

Viral Sapi Berotot di Belgia, Diduga Akibat Mutasi Genetika

"Mungkin saya cocok dengan obat A. Tapi obat A ini belum tentu cocok untuk orang lain karena memiliki gen berbeda," jelasnya.

Menurut Gerald, pemeriksaan genomik tak hanya berfungsi mempelajari gen saja.

Tetapi bisa untuk mempelajari resiko penyakit yang bisa saja didapatkan oleh seseorang di masa depan.

Terkait pemeriksaan secara genomik, Laboratorium Klinik Prodia melakukan inovasi dengan meluncurkan pemeriksaan genomik yang disebut Prodia Genomik.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved