Bisnis

Harga Sapi dan Kambing Mulai Naik Menjelang Iduladha

Harga sapi dan kambing di Kabupaten Sleman mulai naik jelang perayaan Iduladha yang jatuh pada 11 Agustus mendatang.

Harga Sapi dan Kambing Mulai Naik Menjelang Iduladha
Tribun Jogja/Alexander Ermando
Sapi milik salah satu warga di Ambarketawang, Gamping, Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Harga sapi dan kambing di Kabupaten Sleman mulai naik jelang perayaan Iduladha yang jatuh pada 11 Agustus mendatang.

Namun demikian, angka jumlah penjualan untuk sapi dan kambing juga sudah mengalami peningkatan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Potong Hewan, Yuda Andi Nugroho mengatakan, berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kenaikan harga akan terjadi hingga hari H Iduladha.

Harganya pun bervariasi tergantung dari bobot hewannya.

Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual

Dipaparkannya, untuk saat ini harga sapi naik Rp 1 juta hingga Rp 2 juta dari harga normal, sedangkan untuk harga kambing, kenaikan berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu dari harga normal.

Meski kenaikan mengalami kenaikan harga, namun dari segi jumlah penjualan juga mengalami peningkatan hingga 10%.

"Penjualan sudah mengalami peningkatan itu sejak setelah Lebaran Idulfitri, dan pada Awal Juli lalu sudah mulai ramai. Kalau Pasar Hewan Ambarketawang setiap pasaran Pahing," ungkapnya.

Dari pantauannya, penjual hewan di Pasar Hewan Ambarketawang kini mencapai 60 hingga 70 penjual.

Niat Puasa Dua Hari, Tarwiyah dan Arafah Sebelum Idul Adha

Jumlah tersebut akan semakin banyak menjelang Iduladha.

"Kalau menjelang Iduladha bisa mencapai 100 penjual," terangnya.

Untuk menjaga kondisi hewan yang dijual tetap sehat, pihaknya juga menugaskan dokter hewan untuk memeriksa hewan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Heru Saptono mengatakan, untuk menjamin kesehatan hewan ternak pihaknya akan melakukan pemantauan dan pengawasan di pasar-pasar maupun yang dijual di jalan-jalan.

"Sebelum hari H kita lakukan pemantauan kesehatan hewan yang dijual yang di jalan, dan beberapa tempat lain. Pada hari H kami akan menerjunkan 200 personel lebih untuk mengawasi penyembelihan hewan kurban," terangnya.

Heru mengatakan pihaknya sudah melakuan berbagai persiapan mulai dari sosialisasi terkait isu Antrax hingga cara penyembelihan hewan yang benar kepada masyakarat di berbagai desa di wilayah Sleman.

"Kita berikan edukasi di beberapa desa. Agar masyarakat dapat gambaran apa itu penyakit antrax, proses penularan dan mitigasinya. Agar mereka mendapatkan daging yang terbebas dari virus antrax," ujarnya.

"Kita juga memberikan penyuluhan bagaimana menyembelih hewan kurban kepada takmir-takmis masjid," imbuhnya. (*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved