Bisnis

Apa itu Pemeriksaan Genomik?

Penyakit yang terkait dengan NCD diantaranya, penyakit kardiovaskular, hipertensi, kanker, obesitas, diabetes dan sindrom metabolik.

Apa itu Pemeriksaan Genomik?
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Pembicara dalam seminar pemeriksaan genomik bagi ratusan dokter yang diselenggarakan oleh Laboratorium Klinik Prodia di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, tempo hari 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018 dilaporkan bahwa mulai tahun 1995, telah terjadi transisi epidemiologi penyakit, dari penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi menjadi penyakit tidak menular.

Disebutkan, penyakit tidak menular atau dikenal dengan Non-Comunicable Disease (NCD) merupakan penyakit yang terkait dengan gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta kondisi lingkungan yang kurang baik, misalnya merokok dan polusi udara.

Penyakit yang terkait dengan NCD diantaranya, penyakit kardiovaskular, hipertensi, kanker, obesitas, diabetes dan sindrom metabolik.

Laboratorium Klinik Prodia Beri Seminar Genomik Bagi Ratusan Dokter di Yogyakarta

Proses munculnya penyakit sebetulnya melalui perjalanan panjang, mulai dari genetik yang dimiliki seseorang yang kemudian berinteraksi dengan makanan, gaya hidup dan lingkungan tempat tinggal.

Seiring dengan perkembangan teknologi dengan pengujian genom manusia yang diaplikasikan dalam pengelolaan kesehatan, saat ini informasi genetic dapat digunakan untuk menilai risiko penyakit, skrining, diagnosis, menentukan obat yang tepat, dan membimbing perubahan gaya hidup.

Dalam pengaplikasian dibidang medis, adanya pemeriksaan genomik, menyediakan cara baru dalam menilai risiko penyakit sehingga meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya pengobatan di kemudian hari.

Dalam seminar yang dihelat oleh Laboratorium Klinis Prodia tempo hari, pembicara Profesor Gerard Pals, PhD dari VU University Medical Center, Amsterdam, Belanda, yang adalah Guru Besar Kehormatan di Universitas Gadjah Mada menjelaskan genomik adalah bidang yang mempelajari genom, untuk memahami bagaimana dan apa akibat dari interaksi antar-gen serta pengaruh lingkungan terhadap gen.

Manusia sejatinya memiliki 100-triliun sel didalam tubuhnya, di setiap sel terdiri dari kromosom yang tersusun dari susunan DNA yang jumlahnya 99,9 persen sama di seluruh manusia, hanya 0,1 persen perbedaan yang ada, yang menghasilkan keragaman tinggi badan, warna kulit, warna rambut, warna mata dan kerentanan terhadap penyakit.

Sementara itu dalam pengaplikasian di bidang medis, Regional Head Prodia Central Java, Endang Hariyani SE,MM mengatakan dengan adanya pemeriksaan genomic dapat membuka paradigma baru dalam menilai risiko penyakit yang mendukung preventive medicine.

Prodia pun sebagai laboratorium klinik terbesar di Indonesia, memiliki dedikasi tinggi untuk terus mengembangkan pemeriksaan terbaru dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Layanan Prodia Genomic menggunakan teknologi terbaru microarray, sehingga untuk pemeriksaan genomic tidak perlu lagi ke luar negeri.

Klinik Prodia Perangi Hepatitis

Layanan pemeriksaan Genomic yang tersedia diantaranya, CArisk, untuk melihat risiko terhadap beberapa jenis kanker dan untuk melihat risiko terhadap penyakit diabetes. CADrisk, untuk melihat risiko penyakit kardiovaskular.

TENSrisk, untuk melihat risiko penyakit hipertensi. IMMUNErisk, untuk melihat risiko penyakit autoimun.

Prodia Wellness Genomic, untuk melihat risiko beberapa jenis penyakit.

"Layanan Prodia Nutrigenomics ada untuk melihat gaya hidup yang tepat berdasarkan profil genomic. Sedangkan layanan Prodia Pharmacogenomics, untuk memandu pemilihan obat yang tepat dan dosis terapi," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved