Yogyakarta

BPBD DIY Minta Masyarakat Kurangi Aktivitas Penyebab Kebakaran

Aktivitas yang menyebabkan kebakaran bisa berupa membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah kemudian ditinggal pergi.

BPBD DIY Minta Masyarakat Kurangi Aktivitas Penyebab Kebakaran
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengimbau masyarakat untuk mencegah aktivitas yang menyebabkan kebakaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana untuk menghindari kebakaran pada musim kemarau.

Prabowo Bertemu Jokowi, Amien Rais: Kok, Tak Minta Izin Saya?

Aktivitas yang menyebabkan kebakaran, kata dia bisa berupa membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah kemudian ditinggal pergi.

Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual

"Pada musim kemarau yang berdampak udara kering, masyarakat diimbau mencegah aktivitas yang bisa menyebabkan kebakaran. Misalnya buang puntung rokok sembarangan, membakar sampah lalu ditinggal pergi, teruatama di daerah hutan, perkebunan yang banyak daun kering atau material mudah terbakar," katanya pada Tribunjogja.com, Sabtu (13/7/2019).

Berdasarkan laporan Bulan Juni 2019, pihaknya mencatat ada sekitar 31 kejadian.

Dari 31 kejadian tersebut, 25 diantaranya merupakan kebakaran berupa bangunan, sementara 6 lainnya merupakan kebakaran lahan.

Penyebab kebakaran pun beragam, untuk kebakaran bangunan beberapa penyebabnya antara lain konsleting listrik, puntung rokok, membakar sampah, dan lain-lain.

Rawan Kebakaran, BPBD Bantul Imbau Warga Tidak Bakar Sampah Sembarangan

Sementara untuk kebakaran lahan didominasi karena membakar sampah.

Sebelumnya, Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Etik Setyaningrum mengungkapkan empat kabupaten di DIY berada pada status awas.

Status awas tersebut berdasarkan hitungan Hari Tanpa Hujan (HTH).

"Empat Kabupaten status awas, yaitu Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Daerah tersebut mengalami HTH lebih dari 61 hari dan curah hujan yang rendah," ungkapnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat waspada kekeringan.

Kekeringan tersebut berdampak pada pertanian, ketersediaan air, dan potensi kebakaran. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved