Beragam Acara Meriahkan Peringatan Hari BPR-BPRS Nasional 2019

Momentum ini sekaligus digunakan untuk meresmikan Rumah Perbarindo DIY yang berlokasi di Jalan Ringroad Selatan

Beragam Acara Meriahkan Peringatan Hari BPR-BPRS Nasional 2019
dok.istimewa
Dalam rangka memeriahkan Perayaan Hari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Nasional, Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia DIY menggelar Peringatan Hari BPR-BPRS Nasional 2019 pada Sabtu (13/7/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dalam rangka memeriahkan Perayaan Hari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Nasional, Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia DIY menggelar Peringatan Hari BPR-BPRS Nasional 2019 pada Sabtu (13/7/2019)

Momentum ini sekaligus digunakan untuk meresmikan Rumah Perbarindo DIY yang berlokasi di Jalan Ringroad Selatan, Bangunharjo, Sewon, Bantul.

Ketua Perbarindo DIY, Ascar Setiyono, mengatakan Hari BPR - BPRS Nasional merupakan momentum bagi pelaku industri BPR-BPRS untuk meningkatkan keberadaan, kiprah, peran dan manfaat Industri BPR-BPRS.

"Hal ini untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya pelaku UMKM untuk menuju masyarakat yang sejahtera," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com

Beragam acara turut memeriahkan Peringatan Hari BPR-BPRS Nasional 2019 yakni jalan sehat, donor darah, edukasi produk serta layanan perbankan dan Bazaar UMKM binaan BPR – BPRS.

Lanjutnya, kehadiran BPR dan BPRS yang menyediakan produk keuangan serupa dengan Bank konvensional memiliki penyebaran yang lebih baik dibandingkan dengan perbankan lain khususnya untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Karakteristik BPR - BPRS yang memiliki kemudahan dalam penyaluran kredit dan keunikan dalam menghimpun dana masyarakat dibandingkan dengan bank konvensional lain menjadi daya tarik tersendiri.

Selain itu keberadaan BPR - BPRS semakin dibutuhkan oleh masyarakat.

Hal tersebut terlihat dari hasil kinerja pada April tahun 2019, Aset Industri BPR tumbuh sebesar 7,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp137 triliun.

"Pertumbuhan tersebut ditopang karena tumbuhnya penyaluran kredit yang dilakukan oleh Industri BPR yaitu mencapai Rp103 triliun atau tumbuh sebesar 10,84 persen dibandingkan posisi setahun sebelumnya," kata dia.

Sebagai lembaga intermediasi, BPR juga mampu menghimpun dana masyarakat dengan baik.

Hal ini terlihat dari jumlah Dana Masyarakat yang dihimpun dari sisi deposito maupun tabungan masing-masing tumbuh sebesar 7,39 persen dan 8,39 persen Rp64 triliun untuk deposito dan Rp29 triliun untuk tabungan.

Selain itu, hal yang menggemberikan Jumlah nasabah yang dilayani mencapai 17,9 juta rekening, nasabah tersebut didominasi oleh penabung sebanyak 13,5 juta rekening dan rata – rata jumlah tabungannya sebesar Rp2 juta.

"Hal ini tentunya mencerminkan, Industri BPR – BPRS memang hadir untuk melayani masyarakat kecil dan pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia," lanjutnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved