30 Finalis Dimas - Diajeng Bantul 2019 Mulai Ikuti Proses Karantina

Proses karantina para finalis dimas-diajeng Bantul 2019 ini akan dilakukan selama satu hari.

30 Finalis Dimas - Diajeng Bantul 2019 Mulai Ikuti Proses Karantina
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, bersama 30 finalis Dimas-Diajeng Bantul tahun 2019 yang berhasil menuju Grand Final. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Setelah melewati serangkaian tahapan pemilihan, sebanyak 30 finalis Dimas - Diajeng Bantul tahun 2019 berhasil melenggang menuju babak grand final.

Sebelum grand final yang rencananya akan digelar di Museum History of Java pada Minggu (14/7/2019) besok malam, para finalis akan terlebih dahulu mengikuti proses karantina di homestay Tembi Bantul.

"Karantina bertujuan untuk membangun kepribadian. Melalui karantina, diharapkan antar peserta finalis dapat membangun rasa peduli dan empati satu sama lain," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, ketika mengenalkan 30 finalis di hadapan awak media di homestay Tembi, Sabtu (14/7/2019).

Proses karantina para finalis dimas-diajeng Bantul 2019 ini akan dilakukan selama satu hari.

Selama itu pula mereka akan mendapatkan sejumlah materi pembekalan.

Antara lain tentang kepariwisataan, kebudayaan, personal branding, keorganisasian, publik speaking, beauty and handsome hingga materi kesehatan kulit.

Dikatakan Kwintarto, pemilihan Dimas-Diajeng Bantul tahun 2019 ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sejumlah terobosan baru telah dilakukan. Satu di antaranya, para finalis diprioritaskan putra-putri asli dari Bumi Projotamansari.

Apabila tahun sebelumnya, peserta dibebaskan dari luar Bantul.

Untuk tahun ini, peserta hanya diprioritaskan putra-putri asli Bantul atau setidaknya mereka yang berdomisili di Kabupaten Bantul.

"Kami ingin memberikan pendidikan karakter yang baik kepada anak-anak asli Bantul. Sehingga ke depan, mereka mampu mengembangkan potensi diri dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya," terang dia.

Selain itu, yang berbeda dari tahun sebelumnya, para finalis yang mengikuti Dimas-Diajeng pada tahun ini membuat perwakilan dari masing-masing kecamatan.

Harapannya, sesuai dengan tagline, Dimas - Diajeng Bantul 2019 akan menjadi pemuda dan pemudi yang Cendekia, Beretika, dan Berbudaya.

"Sehingga mereka akan menjadi duta yang siap mempromosikan wisata di setiap daerahnya," tutur dia. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved