Kisah Penjual Koran di Yogyakarta Naik Haji ke Tanah Suci, Usaha Sejak Kecil

kisah naik haji di yogyakarta kisah naik haji di yogyakarta kisah naik haji di yogyakarta kisah naik haji di yogyakarta

Kisah Penjual Koran di Yogyakarta Naik Haji ke Tanah Suci, Usaha Sejak Kecil
Kolase Photo passtheknowledge|IST
Lingkaran : Sodiqin Zaenudin Sholeh (kanan) dan istrinya Indah Kurniasih Sutikno (kiri) 

JIKA Allah SWT sudah menghendaki tak ada yang tak mungkin bagi manusia di dunia, termasuk soal naik haji. Pendapatan perbulan dan status sosial tak jadi jaminan bagi orang untuk bisa menjalankan perintah agama naik haji (bagi yang mampu). Tak sedikit kisah yang sudah terbukti siapapun bisa naik haji asal ada niat dan kemauan.

MIMPI Sodiqin Zaenudin Sholeh (53) dan istrinya Indah Kurniasih Sutikno (44) untuk menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud. Sodiqin dan istrinya yang sehari-hari bekerja sebagai penjual koran ini akan berangkat ke Tanah Suci pada 14 Juli 2019.

Sodiqin Zaenudin Sholeh (kanan) dan istrinya Indah Kurniasih Sutikno (kiri)
Sodiqin Zaenudin Sholeh (kanan) dan istrinya Indah Kurniasih Sutikno (kiri) (istimewa)

Keberhasilan mereka untuk mewujudkan impiannya berangkat haji tak lepas dari perjuangan panjang mereka yang telah mengumpulkan tabungan sejak 2005 silam.

Kepada Tribunjogja.com, warga Gandekan Nayan, Maguwoharjo, Depok, Sleman tersebut bercerita, setiap hari ia dan istrinya selalu menyisihkan uang dari hasil penjualan koran untuk ditabung

"Saya mulai menabung haji sejak 2005. Nabung ya sesisanya uang, punya sedikit ya tak tabung, jadi tidak menentu," ujar Sodiqin Kamis (11/7/2019).

Sodiqin dan istri setiap harinya rutin untuk menyisihkan uang sebesar Rp 10 ribu.

Kemudian, setiap bulannya Indah, istri Sodiqi rutin menyetorkan uang yang telah dikumpulkan untuk dimasukkan tabungan haji.

"Yang menyisihkan uang untuk ditabung haji istri saya. Misalnya untuk kebutuhan sehari-hari dapatnya berapa ini ada sebagian disisihkan untuk tabungan haji," kata dia

Dari tabungan yang telah mereka kumpulkan sejak 2005, barulah Sodiqin dan Indah bisa mendaftarkan untuk berangkat haji pada tahun 2011.

Namun Sodiqin dan istrinya harus menunggu selama delapan tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.

Halaman
1234
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved