Yogyakarta

Ketua Komisi A DPRD DIY Sebut Pemilu Harus Jadi Pemersatu Bangsa

Pemilu menjadi satu-satunya kanal untuk menentukan pemimpin dan wakil rakyat secara konstitusional.

Ketua Komisi A DPRD DIY Sebut Pemilu Harus Jadi Pemersatu Bangsa
TRIBUN JOGJA
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto dan Kepala Badan Kesbangpol DIY Agung Supriyono dalam acara Ngobrol Parlemen bertajuk Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu yang disiarkan oleh Tribun Jogja, Jumat (12/7/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemilihan umum (Pemilu) harus menjadi pemersatu bangsa, sebab pemilu menjadi satu-satunya kanal untuk menentukan pemimpin dan wakil rakyat secara konstitusional.

Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto dalam acara Ngobrol Parlemen bertajuk Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu yang disiarkan oleh Tribun Jogja, Jumat (12/7/2019)

Eko menilai, pelaksanaan pemilu baik pilpres dan pileg di DIY telah berjalan dengan baik dan lancar.

"Setiap warga Yogya saya yakin punya komitmen untuk menjaga kerukunan dan perdamaian," katanya.

 Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual

Lanjutnya, kesadaran yang dibangun oleh masyarakat haruslah berlandaskan Pancasila dengan mengutamakan Persatuan Indonesia.

Ia menuturkan, pendidikan Pancasila maupun demokrasi penting bagi masyarakat maupun bagi elite politik.

"Kita punya Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang menjamin kebersamaan kita. Pondasi kebersamaan ini menjadi penting dalam mengelola kehidupan politik," lanjutnya.

Eko mengatakan, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus ditanamkan sekaligus menjadi kewajiban bagi Pemda DIY yang berkewajiban untuk menumbuhkan Bhinneka Tunggal Ika dalam tatanan sosial dan tata pemerintahan di lingkungan Pemda DIY.

Politisi Muda PDIP Eko Suwanto Ajak Masyarakat Imbangi Teknologi dengan Budi Pekerti dan Moralitas

"Komitmen kami bagaimana terus menggelorakan Pancasila. Pesan kita ke generasi millenial, ayo sinau lagi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, karena percayalah dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika hidup kita akan bahagia melihat perbedaan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol DIY Agung Supriyono menambahkan, implementasi Pancasila harus digambarkan dengan mudah.

Seperti mengedepankan tepa salira dalam kehidupan beragama.

"Indonesia menganut seluruh masyarakatnya yang seluruhnya berketuhanan YME, sehingga pemeluk agama manapun harus saling menghargai, saling toleransi," kata dia. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved