Pendidikan

Tanggapi Anak yang Gagal Masuk Sekolah Karena Umur, Pengamat : Menyalahi Tujuan Utama PPDB Zonasi

Ia menilai bahwa Pasha seharusnya bisa diterima, sebab jarak rumah hingga sekolah terdekat sekitar 2 kilometer.

Tanggapi Anak yang Gagal Masuk Sekolah Karena Umur, Pengamat : Menyalahi Tujuan Utama PPDB Zonasi
istimewa
ilustrasi PPDB 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM - Pengamat pendidikan Univeritas Negeri Yogyakarta, Prof Wuyadi mengatakan PPDB Zonasi diusulkan untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan.

Dalam PPDB Zonasi, maka yang diperhatikan adalah jarak, antara rumah dan sekolah.

Meski demikian, tidak boleh mengesampingkan nilai siswa.

Menanggapi kisah Muhammad Pasha Pratama, ia menilai bahwa Pasha seharusnya bisa diterima, sebab jarak rumah hingga sekolah terdekat sekitar 2 kilometer.

5 Rekomendasi Mie Ayam di Jogja, dari yang Super Pedas sampai Buka Tengah Malam

Namun jika, Pasha gagal diterima hanya karena umur yang lebih tua tiga hari, ia menegaskan hal tersebut menyalahi aturan zonasi.

"Zonasi kan radius tertentu yang punya hak sekolah di sekolah yang bersangkutan. Mestinya ya bisa diterima, aplagi kalau dikatakan tadi jaraknya hanya 2 km saja," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (11/7/2019).

"Masalahnya zonasi saat ini lebih, mementingkan jarak, padahal kualitas siswa, nilai siswa juga harus diperhatikan. Umur juga seharusnya tidak jadi soal, apalagi dikatakan cuma selisih tiga hari. Kalau rumah dekat, nilai lebih tinggi, mestinya ya diterima,"sambungnya.

Kritik Sistem Zonasi, Ketua Dewan Pendidikan DIY : Pengelompokkan Siswa Merupakan Diskriminasi

Menurutnya, yang terjadi pada Pasha menyalahi tujuan utama PPDB zonasi, sebab hanya mementingkan jarak saja.

Untuk itu, ia mendorong agar Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Pemerintah juga harus mencari tahu, supaya jelas. Siswa ini tidak diterima karena apanya, dan harus dijelaskan juga. Apakah ini sistem zonasi, atau ini aturan sekolahnya," tambahnya.

"PPDB Zonasi ini memang banyak yang mengeluhkan, salah satunya yang sekolah favorit. Karena nilainya sudah tidak seperti dulu. tetapi ini adalah pemerataan dan kealadilan, tentu juga faktor kemanan dan ekonomi," tutupnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved