Gunungkidul

Pemkab Gunungkidul Siapkan Perbaikan Irigasi

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul rencanakan perbaikan saluran irigasi yang rusak di Gunungkidul.

Pemkab Gunungkidul Siapkan Perbaikan Irigasi
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Sepanjang 45,9 kilometer saluran irigasi di Kabupaten Gunungkidul rusak.

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul rencanakan perbaikan.

Kepala Bidang Pengairan, DPUPRKP Gunungkidul, Taufik Aminudin mengatakan, Kabupaten Gunungkidul memiliki saluran irigasi sepanjang 304,9 kilometer.

5 Rekomendasi Mie Ayam di Jogja, dari yang Super Pedas sampai Buka Tengah Malam

"Saluran irigasi yang masih baik sepanjang 258,9 km sedangkan yang rusak 45,9 km, dan akan dilakukan perbaikan dengan anggaran sebesar Rp 6,3 milliar," katanya pada Tribunjogja.com, Kamis (11/7/2019).

Taufik menjelaskan, anggaran Rp 6,3 milliar tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus senilai Rp 4,1 miliar dan sisanya Rp 2,2 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang digelontorkan pada tahun ini.

"Proses perbaikan akan dilakukan secara berkala karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Gunungkidul, dan saat ini sedang dalam proses lelang untuk menunjuk rekanan yang melakukan perbaikan," paparnya.

Kepala Seksi Pembangunan Bidang Pengairan DPUPRKP Gunungkidul, Sigit Swastono mengatakan, dana sebesar Rp 6,3 miliar akan digunakan untuk memperbaiki puluhan titik saluran irigasi rusak.

Siswa di Gunungkidul Ini Tak Diterima di Sekolah dekat Rumahnya Meski Memiliki Nilai Tinggi

"Contohnya untuk DAK Rp4,1 miliar digunakan untuk perbaikan di lima titik. Kelima titik ini meliputi Sidodadi-Ponjong sepanjang 1,1 kilometer; Blimbing-Karangrejek sepanjang 1,06 kilometer; Gedangan, Karangmojo sepanjang 3,02 kilometer dan Ngeposari sepanjang 595 meter," paparnya.

Sedangkan yang dari APBD Kabupaten sambungya, akan digunakan untuk perbaikan 38 titik saluran irigasi yang rusak.

Program perbaikan merupakan program rutin dari pemerintah kabupaten.

"Meskipun belum semua titik diperbaiki namun dari sisi kerusakan jaringan irigasi sudah banyak berkurang. pada 2015 lalu kerusakan mencapai 60 persen namun saat ini tinggal 15 persen saja," ungkapnya.

Sambung Sigit, kepemilikan jaringan irigasi tak hanya dimiliki oleh Pemkab Gunungkidul tetapi juga provinsi DIY.

Jika saluran irigasi milik provinsi, Pemkab Gunungkidul tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan perbaikan. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved