Kulon Progo

Dukung Aksesibilitas ke YIA, Ruas Jalan Brosot-Toyan Dilebarkan

Pengerjaan pelebaran ruas berstatus jalan provinsi itu akan dilakukan Pemerintah DIY menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp14 miliar.

Dukung Aksesibilitas ke YIA, Ruas Jalan Brosot-Toyan Dilebarkan
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Aktivitas pekerja di proyek pembangunan Bandara YIA di Temon, Kulon Progo, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pelebaran jalan ruas Brosot-Toyan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hal ini untuk menunjang aksesibilitas masyarakat menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Pengerjaan pelebaran ruas berstatus jalan provinsi itu akan dilakukan Pemerintah DIY menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp14 miliar.

Pada tahap awal, pengerjaan akan menyentuh ruas Toyan-Nagung di Kecamatan Wates sepanjang sekitar 3 kilometer.

5 Rekomendasi Mie Ayam di Jogja, dari yang Super Pedas sampai Buka Tengah Malam

Lebar badan jalan diperluas dari 5,5 meter menjadi 7 meter.

Namun begitu, konon tidak ada pekarangan maupun bangunan milik warga sekitar yang terkena protek tersebut.

"Pelebaran hanya meengoptimalkan lahan yang ada. Sudah kamu lakukan pendataan dan tidak ada tanah warga yang terkena,"jelas Koordinator Tim Teknis Proyek Pelebaran Jalan Brosot-Toyan dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY), Dasroni saat ditemui Tribunjogja.com usai sosialisasi proyek tersebut kepada warga di Balai Desa Bendungan, Wates, Rabu (10/7/2019).

Maka itu, lanjutnya, tidak ada penolakan warga karena rencana tersebut juga telah disampaikan kepada para Dukuh di masing-masing wilayah dan diteruskan kepada masyarakat.

Investor Mulai Lirik Kawasan Aerotropolis di Kulon Progo

Dinas perhubungan setempat juga telah menyampaikan rekayasa lalu lintas yang diperlukan selama pengerjaan pelebaran jalan.

Proyek yang ditangani kontraktor dari PT Anggasa ini ditargetkan rampung di Desember 2019 ini.

Dasroni menyebut pekerjaan memang tidak langsung menyentuh seluruh ruas di jalur tersebut karena menyesuaikan ketersediaan anggaran sehingga dilakukan bertahap.

Kepala Desa Bendungan, Mujiyo mengklaim bahwa masyarakat di sekitar jalan itu mendukung proyek pelebaran tersebut karena menyadari pentingnya ruas jalur tersebut bagi aksesibilitas menuju bandara.

Warga hanya meminta agar kenyamanan tetap diperhatikan selama berlangsungnya proyek mengingat padanya lalu lintas di wilayah tersebut, terutama di depan Pasar Bendungan saat hari pasaran. (*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved