Travel
Mengintip Keindahan Sungai Oya dari Atas Tebing Watu Mabur
Dari Tebing Watu Mabur, air Sungai Oya yang sedang surut di musim kemarau terlihat sangat jelas, biru kehijauan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Siang itu, matahari bersinar terik selepas makan siang.
Dari atas ketinggian, kelokan Sungai Oya di Kabupaten Bantul laksana tubuh ular.
Ngarainya muncul di tengah pertemuan kaki dua bukit, melenggok pelan dan mengalir panjang.
Dari Tebing Watu Mabur, air Sungai Oya yang sedang surut di musim kemarau terlihat sangat jelas, biru kehijauan.
Menawan, dipoles oleh bebatuan putih yang mengendap di antara cekungan air.
Selayang mata memandang pada ngarai bukit, kedalaman lembah, kelokan sungai dan hamparan bukit yang hijau.
• 5 Rekomendasi Mie Ayam di Jogja, dari yang Super Pedas sampai Buka Tengah Malam
Rasanya benar-benar memanjakan akan keindahan.
Tebing Watu Mabur terbilang destinasi baru di Kabupaten Bantul.
Destinasi ini menawarkan keindahan alam dari atas ketinggian.
"Alam di Bantul memang indah," kata seorang wisatawan asal kota Yogyakarta, Iwan pada Tribunjogja.com sembari tangan kanannya mengambil handphone dari saku celana.
Ia terlihat mengabdikan sejumlah momen dengan berswafoto dari atas ketinggian.
Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, secara administrasi, Tebing Watu Mabur terletak di Dusun Lemah Bang, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.
Selain view alam, sebagai daya tarik wisatawan, pengelola telah membangun aneka macam spot selfie.
• Menikmati Indahnya Hamparan Padang Batu Putih Sungai Oya Saat Musim Kemarau
Antara lain, gardu pandang, panggung hiburan dan sejumlah tempat untuk bersantai.
Jarak lokasi wisata dengan pusat kota Yogyakarta sekitar 27 Kilometer.
Bisa ditempuh dengan perjalanan darat, memakai sepeda motor dan kendaraan roda empat.
Jalur yang dilalui cukup sempit dan sulit, berkelok dan menanjak.
Dari jalur utama Mangunan, papan petunjuk jalan menuju lokasi wisata hanya terbuat dari kayu sederhana.
Anda sebaiknya rajin bertanya supaya tidak tersesat.
Sampai di lokasi, pengunjung tidak dikenai tarif biaya masuk, hanya dikenai tarif parkir seharga Rp 2 ribu.
Jika membutuhkan asupan makanan, Tebing Watu Mabur terdapat deretan sejumlah warung yang menjual aneka macam camilan dan makanan. (*)