Sleman

Kualitas Udara di Sleman Diklaim Baik

Ia juga mengatakan World Health Organization (WHO) merilis bahwa ada sebanyak 7 orang meninggal setiap tahunnya akibat polusi udara.

Kualitas Udara di Sleman Diklaim Baik
istimewa
Bupati Sleman melakukan penanaman pohon dalam Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Rabu (10/7/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman menggelar Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Rabu (10/7/2019), di Dusun Dayakan, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman.

Hari Lingkungan Hidup yang diperingati setiap tanggal 5 Juni ini bertema “Biru Langitku, Hijau Bumiku”.

Bupati Sleman, Sri Purnomo yang hadir dalam kegiatan pagi itu menuturkan bahwa tema yang diangkat pada tahun ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya udara yang bersih dari berbagai polusi.

Pasalnya udara yang kurang bersih dapat berdampak buruk bagi kehidupan kita.

Ia juga mengatakan World Health Organization (WHO) merilis bahwa ada sebanyak 7 orang meninggal setiap tahunnya akibat polusi udara.

Mahasiswa UMY Ciptakan Mesin Pencacah Serabut Kelapa Bebas Polusi

“Polusi udara adalah darurat global. Sehingga kita harus bisa menjaga agar langit kita tetap biru," paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa oksigen di Kabupaten Sleman masih terbilang baik dan layak.

Ruang terbuka hijau di Kabupaten Sleman menurutnya juga cukup banyak sehingga kualitas udara di Kabupaten Sleman tergolong bagus.

Dan untuk menambah kualitas udara, yang harus dilakukan adalah dengan banyak menanam pohon, terkhusus di kota-kota.

Terkait dengan terbatasnya lahan yang ada, maka masyarakat bisa melakukan penanaman dengan menggunakan pot.

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved