Gunungkidul

Jumlah Warga Gunungkidul yang Terdampak Kekeringan Semakin Bertambah

Bantuan air bersih tidak hanya dari pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan pihak swasta saja, namun bantuan air bersih juga diupayakan oleh Kodim 0730 G

Jumlah Warga Gunungkidul yang Terdampak Kekeringan Semakin Bertambah
Dok Kodim 0730 Gunungkidul
Kodim 0730 Gunungkidul saat melakukan kerjabakti pemasangan pipa untuk menaikkan air si daerah Jepitu, Girisubo. 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Jumlah jiwa yang terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul semakin bertambah.

Data terakhir yang masuk pada Senin (8/7/2019) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat 127.977 jiwa, sedangkan pada bulan Juli lalu sebanyak 105.234 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki menyampaikan, sebanyak 127.977 jiwa tersebut tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, dan yang mengalami kekeringan paling parah ada di 4 Kecamatan.

Dilanda Kekeringan, Petani di Sokarame Bantul Pilih Babat Tanaman Padi untuk Pakan Sapi

"Untuk Kecamatan Girisubo sendiri terdapat 8 desa dengan 21.718 jiwa, Kecamatan Paliyan terdapat 6 desa dengan 16.978 jiwa, Kecamatan Rongkop ada 8 Desa dengan 9.922 jiwa, Kecamatan Tepus ada 5 desa dengan 12.441 jiwa dan Kecamatan Panggang ada 6 desa dengan jumlah jiwa terdampak sebanyak 8.310 jiwa," katanya, Rabu (10/7/2019).

Selama musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul BPBD telah mengeluarkan anggaran hampir Rp 90 juta, sedangkan total anggaran yang disediakan oleh BPBD untuk menanggulangi kekeringan pada tahun 2019 berkisar Rp 500 juta.

"Jika dibandingkan dengan tahun lalu memang lebih kecil angkanya, tahun lalu berkisar Rp 600 jutaan. Sedangkan puncak kekeringan diprediksi pada bulan Agustus-September jika nnati anggaran habis bisa kami ajukan penambahan dana ke BNPB Provinsi jika nanti status dinaikkan ke darurat kekeringan," katanya.

Kekeringan, Enam Desa di Kulonprogo Mulai Ajukan Permohonan Bantuan Air Bersih

Bantuan air bersih tidak hanya dari pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan pihak swasta saja, namun bantuan air bersih juga diupayakan oleh Kodim 0730 Gunungkidul.

Komandan Kodim 0730 Gunungkidul, Letkol infantri Noppy Laksana Armiyanto mengatakan dropping air bukan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kekeringan di Kabupaten Gunungkidul.

Pihaknya berkoordinasi dengan Balai Besar Serayu Opak untuk menemukan sumber air baru.

"Kami sudah koordinasi dengan Balai Besar Serayu Opak, ternyata di Kabupaten Gunungkidul terdapat sumber air yang cukup besar kurang lebih ada 100 titik sumber air yang dimiliki oleh Kabupaten Gunungkidul," katanya.

Ia mengatakan satu diantara sumber memiiki debit air sebanyak 80 liter per detik, dengan debit air yang besar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Kabupaten Gunungkidul.

"Kami sudah membantu perpipaan didaerah Jepitu, Pulejajar, Girisubo saat ini sedang dilakukan pemasangan oleh masyarakat sekitar. Semoga dengan perpipaan ini air dapat dinaikkan dan dimanfaatkan oleh warga sekitar," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved