Yogyakarta

Angka Kemiskinan di DIY Masih di Atas Rata-rata Nasional 

Pemerintah Provinsi DIY menargetkan penurunan angka tingkat kemiskinan hingga 7 persen pada tahun 2022 mendatang.

Angka Kemiskinan di DIY Masih di Atas Rata-rata Nasional 
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Hal ini karena kesalahan sasaran penerimaan program kepada masyarakat yang sebenarnya tidak berhak tetapi menerima dan exclusion error, yaitu kesalahan yang terjadi karena orang yang seharusnya menjadi sasaran program pengentasan kemiskinan namun kenyataannya malah tidak menerima.

Pakar PBB Ungkap Jutaan Orang Terancam Penyakit dan Kemiskinan akibat Perubahan Iklim

“Penyebanya adalah Ketidaksesuaian  data dalam pendataannya. Kondisi masyarakat yang berubah (sebelumnya miskin  menjadi tidak miskin, atau sebaliknya), serta  tidak maksimalnya proses verifikasi dan validasi (verivali),” urainya.

Proses verivali sesuai aturan yang berlaku, sehingga inclusion dan exclusion error tidak terjadi. Hal ini sesuai Permensos No 28 tahun 2017 tentang Pedoman Umum Verifikasi dan Validasi Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu.

Kepala BPS DIY, JB Priyono dalam paparannya menjelaskan untuk  menentukan anggota masyarakat itu kategori miskin atau tidak tersebut yang dahulu hanya melalui beberapa variable/kriteria. Saat ini ada 58  kriteria/ variabel yang menentukan.

“Penyebabnya adalah the last menerima informasi berbagai kebijakan pemerintah dipaling belakang, the list masyarakat miskin mendapatkan informasi kebijakan pemerintah juga paling sedikit dan the lost masyarakat miskin sama sekali tidak mendapatkan informasi kebijakan pemerintah atau bahkan tidak tahu sama sekali,” urainya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ais
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved