PSIM Yogyakarta Mulai Meramu Embrio Mataram Football Academy

Mengusung nama 'Mataram Football Academy', ini jadi embrio untuk masa depan tim Laskar Mataram.

PSIM Yogyakarta Mulai Meramu Embrio Mataram Football Academy
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Indra Sjafri, bakal mendapat peran anyar sebagai konsultan pembinaan usia dini di tim PSIM Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Era baru PSIM Yogyakarta yang ditandai dengan tagline 'PSIM Reborn' menyusul bergabungnya investor anyar, Bambang Susanto, mulai membawa perubahan signifikan.

Tak hanya tim senior yang diisi sejumlah nama bintang, official store modern, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya, tim usia muda PSIM Yogyakarta pun bakal segera dibentuk.

Mengusung nama 'Mataram Football Academy', ini jadi embrio untuk masa depan tim Laskar Mataram.

Ajang Piala Soeratin yang akan digelar Agustus 2019 mendatang, akan menjadi pijakan awal Mataram Muda sekaligus tugas perdana konsultan pembinaan usia dini PSIM, Indra Sjafri.

Pelatih asal Padang yang pernah mengantarkan Timnas U-19 Indonesia menjuarai AFF U-19 2013 ini yang akan secara langsung memantau proses pencarian bibit pesepak bola muda Mataram Football Academy yang terdiri dari U-15 dan U-17.

"Soal teknisnya sedang kami bicarakan dengan Coach Indra (Indra Sjafri, konsultan pembinaan usia dini PSIM). Termasuk nanti siapa yang akan mendampingi beliau untuk menangani U-15 dan U-17," ujar CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto, Selasa (9/7/2019).

Lebih lanjut, Bambang mengatakan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Indra Sjafri terkait kemungkinan melibatkan klub-klub anggota Askot dan Askab.

"Jika mengacu jadwal, harusnya bulan ini kami sudah mulai lakukan seleksi. Untuk kepastiannya, kami masih berkoordinasi," ujar Bambang.

Sebagaimana alasan yang dikemukakan oleh Indra Sjafri saat penunjukkan dirinya kepada awak media, beberapa waktu silam.

Menetap di Yogyakarta sejak tahun 2008 silam, dia punya tekad khusus setelah diajak bergabung ke PSIM.

"Saya ingin suatu saat para pemain PSIM mayoritas berasal dari Yogyakarta, bukan terbalik mereka hanya menjadi penonton," ungkap Indra Sjafri.

"Kans mengembangkan sepak bola di sini sangat besar, Yogyakarta tempat lahirnya PSSI dan suporter yang sangat luar biasa," imbuhnya. (*)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved