Bisnis

Kejahatan Transportasi Masih Cukup Tinggi

Berdasarkan catatan Asperda Indonesia, secara nasional dalam seminggu terdapat satu kendaraan yang raib digondol penipu.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Suasana Silatnas Asperda Indonesia yang diselenggarakan di Westlake Resto, Senin (8/7/2019) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Asosiasi Persewaan Kendaraan Daerah (Asperda) Indonesia menyebutkan bahwa, tingkat kejahatan transportasi atau penipuan kendaraan sewa masih terbilang cukup tinggi.

Berdasarkan catatan Asperda Indonesia, secara nasional dalam seminggu terdapat satu kendaraan yang raib digondol penipu.

"Banyak sekali, karena saya kebetulan ikut perkumpulan yang berkaitan dengan penyelamatan unit yang digelapkan. Hampir setiap seminggu sekali atau dua kali pasti ada kabar seperti itu," kata Ketua Umum Asperda DPD DIY, Farhan Sa'di, Senin (8/7/2019).

Gadaikan Mobil Rentalan, Reza Diciduk Polisi di Purworejo

Menurut Farhan, kejadian tersebut banyak dialami oleh pengusaha persewaan mobil yang belum menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada usaha yang digerakkannya.

Selain itu, upaya penggelapan juga kerap menghampiri pengusaha persewaan mobil yang tidak menyediakan fasilitas sopir, sehingga kesempatan lebih terbuka lebar.

"SOP memang benar-benar dijalankan kalau mau aman. Biasanya yang terjadi penggelapan itu yang self drive," jelasnya.

Cara Parkir Mobil di Garasi agar Bumper Tak Menyentuh Dinding, Tips Estimasi Jarak Tembok

Dijelaskannya, komplotan penggelapan persewaan mobil biasanya akan beraksi pada musim-musim tertentu.

Pada masa sebelum dan sesudah lebaran, kerap kali ditemukan pengusaha persewaan mobil yang jadi korban penggelapan.

"Angkanya biasanya naik pas seperti itu. Itu peningkatannya luar biasa," tambahnya.

Pihaknya juga telah mempersiapkan sejumlah prosedur yang ketat kepada penyewa sebagai tindakan preventif.

Seperti menyiapkan sopir sendiri, pengecekan identitas, serta menelusuri akun sosial media penyewa.

Gagal Dapat Proyek, Pecatan Polisi Gelapkan Mobil Rentalan

"Itu penting sekali sosmed. Karena kita bisa lihat sosmed-nya baru atau lama, dan kita bisa lihat juga apa yang dia posting," jelasnya.

Farhan juga menyebut, komplotan penggelapan persewaan mobil biasanya juga berkelompok dan tidak dijalankan oleh perorangan.

Mereka biasa melancarkan aksi di wilayah Jawa dan menjual hasil curiannya ke daerah Sumatera.

Asperda Indonesia, kata dia juga kerap bekerjasama dengan kepolisian setempat untuk berusaha mengurangi dan memberantas kejahatan transportasi.

Gelar Silatnas

Asperda Indonesia pada kesempatan yang sama juga menyelenggarakan Silaturahmi Nasional (Silatnas) dan Halal Bihalal 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut (8-10) Juli 2019 diadakan di Westlake Resto.

Ketua Panitia Silatnas Asperda, Adresanta Saputra menyebutkan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar sesama anggota.

Gelapkan Motor Rental, Warga Semarang Diciduk Polisi di Berbah

Yogyakarta menjadi tuan rumah yang kedua kalinya untuk penyelenggaraan acara ini, setelah tahun sebelumnya juga di daulat sebagai lokasi berlangsungnya acara.

Sejumlah DPD dari berbagai penjuru ikut meramaikan kegiatan tersebut, seperti Bali, Kalimantan, Jakarta dan wilayah lain.

"Asperda sebagai bagian dari insan pariwisata akan tetap mendukung dan mennyukseskan Jogja sebagai pusat pariwisata ke depan. Pemilihan Jogja sebagai lokasi acara juga tidak lepasan dari predikat wisatanya," pungkas Adresanta (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved