Kota Yogyakarta

Dinkes Kota Yogyakarta Komitmen Wujudkan KTR

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meminta seluruh masyarakat untuk ikut terlibat dalam mewudujkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Dinkes Kota Yogyakarta Komitmen Wujudkan KTR
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta meminta seluruh masyarakat untuk ikut terlibat dalam mewudujkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Fita Yulia mengatakan asap rokok merupakan salah satu pemicu kanker paru-paru, yang diderita oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Iklan Rokok di Internet Akhirnya Diblokir Kominfo

Sutopo bukan perokok aktif, namun terserang kanker paru-paru Karen perokok pasif.

Mengingat hal itu, Dinkes Kota Yogyakarta terus berkomitmen untuk mewujudkan KTR di Kota Yogyakarta, apalagi sudah ada Perda yang mengatur tentang KTR.

"Pemkot sudah punya Perda yang mengatur KTR. Implementasi KTR sendiri di tempat-tempat tertentu. Untuk saat ini ada tiga yang jadi fokus, yaitu tempat layanan kesehatan, sekolah dari PAUD hingga perguruan tinggi, dan juga tempat kerja, semetara ini di Pemkot dulu," katanya, Selasa (9/7/3019).

40 Persen Perokok Meninggal Karena Penyakit Paru

Untuk mewujudkan KTR, perlu ada keterlibatan dari berbagai unsur,mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

Ia menilai saat ini masyarakat Kota Yogyakarta memiliki kesadaran yang baik mengenai bahaya asap rokok. Hal itu dibuktikan dengan adanya Kampung Bebas Asap Rokok, bahkan RW Bebas Asap Rokok.

Sejauh ini sudah sekitar 70 persen RW di Kota Yogyakarta mendeklarasikan diri sebagai RW Bebas Asap Rokok.

Deklarasi tersebut merupakan bentuk kesadaran warga.

Para Perokok di Singapura Kini Harus Masuk Kandang Jika Ingin Merokok

"Tentu ini tanggungjawab kita bersama. Untuk mewujudkan Perda, tentu ada dinas terkait yang terlibat. Masyarakat juga terlibat,malah sebelum ada Perda, warga Kota itu sudah mulai aktif," jelasnya.

"Sudah ada70 RW yang mendeklarasikan, sisanya, itu yang kita dorong. Harapannya bukan hanya deklarasi saja, tetapi juga benar-benar dilakukan. Kalau bisa masing-masing daerah juga memiliki sanksi tersendiri jika ada yang melanggar," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sempat Dicemooh, Anak Wali Kota Ini Tetap Jalani Profesi Kuli Bangunan

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved