Bantul

BPBD Bantul Sebut Sumur Kering di Ngrancah Hal Wajar

Gempa tahun 2006 silam memicu adanya pergeseran lempeng di bawah, akibatnya sumber air menjadi tertutup.

BPBD Bantul Sebut Sumur Kering di Ngrancah Hal Wajar
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sumur warga Dusun Ngrancah yang berada di tepi sungai pada musim kemarau mengering.

Dukuh Ngrancah, Jumat mengatakan fenomena ini terjadi setelah banjir di tahun 2017 lalu.

"Mungkin struktur tanahnya berubah atau gimana, tahun ini mulai kering lagi walaupun baru mulai jadi belum parah. Sekitar 5 sumur mulai surut, yang lain sudah tidak layak konsumsi," ungkapnya pada Tribunjogja.com.

Lanjutnya, setelah gempa 2006 dulu, beberapa sumur warga juga mengering.

5 Rekomendasi Mie Ayam di Jogja, dari yang Super Pedas sampai Buka Tengah Malam

"Setelah gempa itu juga jadi kering. Sampai sekarang tidak ada airnya. Jadi bikin sumur baru lagi," ujarnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan fenomena tersebut merupakan hal yang wajar terjadi.

"Terkait banyaknya sumber mata air di dekat sungai yang mengalami kekeringan, itu tidak menutup kemungkinan karena pergeseran bumi pasti terjadi," kata Dwi, Selasa (9/7/2019).

Terlebih di daerah Sungai Opak dan Sungai Oya pada gempa 2006 pasti ada pergeseran lempeng di bawah.

Sumur di Dusun Ngrancah Kering, Warga Bantul Turun ke Sungai untuk Dapat Air Bersih

Karena pergeseran ini sumber air menjadi tertutup.

Namun bisa jadi di tempat lain sumber air menjadi terbuka.

"Kalau kita pahami fenomena lain lagi, waduk yang dulunya menjadi tampungan air saat ini sudah berkurang. Aliran Oya pun sudah turun jauh, mata air dari hulu sudah berkurang," paparnya.

Posisi yang berada di bawah juga membuat sumber air lebih cepat habis dari sumber air di atas.

Dwi pun mengimbau agar fenomena ini tak dikaitkan dengan hal yang macam-macam.

"Kondisi kemarau tahun ini diprediksikan lebih panjang dari tahun sebelumnya. Masyarakat diimbau untuk lebih berhemat air," ujarnya.(*)

Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved