Bantul

Sumur di Dusun Ngrancah Kering, Warga Bantul Turun ke Sungai untuk Dapat Air Bersih

Pada awal musim kemarau tahun ini, beberapa sumur di Dusun Ngrancah, Desa Sriharjo, Imogiri kering tak ada air.

Sumur di Dusun Ngrancah Kering, Warga Bantul Turun ke Sungai untuk Dapat Air Bersih
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Poniyem harus turun ke sungai untuk mencuci baju dan mandi karena sumur di rumahnya kering tak ada air, Senin (8/7/2019). 

Sejauh ini, solusi yang bisa dilakukan yakni dengan menyediakan penampungan air atau patungan untuk membeli tangki air.

Ada tampungan air di tiga titik di Dusun Ngrancah.

Dilanda Kekeringan, Petani di Sokarame Bantul Pilih Babat Tanaman Padi untuk Pakan Sapi

Dua tampungan bermuatan 2.000 liter dan satu tampungan bermuatan 5.000 liter.

"Total ada 9.000 liter untuk digunakan warga sekitar. Untuk kebutuhan masyarakat seperti hajatan kan biasanya butuh air banyak," ujar Jumat.

Katanya, sejauh ini yang merasakan dampak sumur kering ini baru di RT 1 dan sebagian kecil RT 2.

"Di RT 1 ada 60 KK (kepala keluarga). Kalau satu dusun ada 4 RT total 200 KK," urainya.

Tahun lalu, saat kekeringan, dalam 2-3 hari empat RT menghabiskan 15.000-20.000 liter air.

"Kemarin merata. Kadang sampai 20.000 liter untuk empat RT," ungkapnya.

Upaya lain yang dilakukan untuk mengatasi kekeringan ini, kata Jumat ia telah mengajukan proposal untuk membuat sumur bor dalam memakai geolistrik.

"Dibuat sumur bor dalam. Kira-kira 100 meter baru dapat air yang bagus. Sudah mengajukan ke desa, mungkin nanti dari APBDes larinya ke BKK. Proposalnya sudah masuk, realisasinya belum tahu kapan," pungkasnya.(*)

Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved