Jawa

Penerima PKH dari Kabupaten Magelang Diajarkan Mengolah Pangan dan Kerajinan Bambu

Selepas bimtek ini, mereka diharapkan dapat menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru.

Penerima PKH dari Kabupaten Magelang Diajarkan Mengolah Pangan dan Kerajinan Bambu
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Gati Wibawaningsih, meninjau stand kerajinan bambu pada bimbingan teknis penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Hotel Atria, Kota Magelang, Senin (8/7/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Puluhan warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Magelang diajak belajar mengolah makanan dan kerajinan bambu, Senin (8/7/2019) dalam bimbingan teknis yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian di Hotel Atria, Kota Magelang.

Selepas bimtek ini, mereka diharapkan dapat menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru.

"Kami harapkan melalui bimtek ini mereka dapat menjadi wirausaha baru. Mereka mampu menerapkan nilai-nilai kemandirian, memiliki etos kerja tinggi, kreatif dan inovatif serta lulus dari Program PKH tersebut.” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Gati Wibawaningsih saat ditemui Tribunjogja.com di sela bimtek.

5 Rekomendasi Mie Ayam di Jogja, dari yang Super Pedas sampai Buka Tengah Malam

Dikatakannya, Kabupaten Magelang memiliki berbagai macam produksi makanan ringan, namun selama ini hanya dikemas sederhana dengan plastik sehingga membuat harga jual rendah dan pemasaran terbatas.

Selain itu, potensi kerajinan bambu juga belum dimanfaatkan secara maksimal.

Potensi ini pun perlu digarap. Bimbingan teknis diselenggarakan meliputi peningkatan kemampuan SDM, fasilitasi mesin / peralatan penunjang perbaikan mutu produk pangan, baik berupa perekat kemasan (sealer), alat peniris minyak dan berbagai mesin untuk peningkatan kapasitas produksi kerajinan bambu.

"Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini dan mendapatkan materi-materi pelatihan yang beraneka ragam, para peserta PKH bisa tergugah keinginan dan idenya untuk berwirausaha, dan akan muncul wirausaha-wirausaha yang tangguh," harapnya.

Kepala dinas Perindusterian dan tenaga kerja Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Endot Sudiyanto, menyampaikan, tumbuhnya wirausaha baru ini akan dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada di kabupaten Magelang.

22 Keluarga Miskin di Kota Magelang Pilih Mundur Terima Bantuan PKH

Masyarakat pun diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi pelaku bisnis yang dapat merambah tingkat global.

"Wisausaha-wirausaha baru yang tumbuh akan bisa mengoptimalkan sumber daya di daerah. Kami ingin masyarakat Magelang juga mampu menjadi pemain baru dalam bisnis lokal maupun global," ujarnya.

Bimtek ini sendiri merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial tentang Penumbuhan Wirausaha Baru (WUB) Industri Kecil dan Menengah (IKM) bagi penerima manfaat Program Keluarga Harapan yang ditandatangani pada tanggal 8 Maret 2019 lalu.

Dari 60 yang mengikuti kegiatan ini, 30 diantaranya mendapat Bimbingan Teknis Cara Produksi Pangan Olahan yang baik (CPPOB) dan Kemasan serta 30 PKH lainya yang berasal dari Kecamatan Borobudur mengikuti pelatihan teknis produksi kerajinan bambu.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved