Mahasiswa UNY Ajak Anak-anak Belajar Menulis Buku Harian di Rumah Belajar Kreatif Kaki Gunung Merapi

mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar pentas akhir Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M)

Mahasiswa UNY Ajak Anak-anak Belajar Menulis Buku Harian di Rumah Belajar Kreatif Kaki Gunung Merapi
ist
Mahasiswa UNY Ajak Anak-anak Belajar Menulis Buku Harian di Rumah Belajar Kreatif Kaki Gunung Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM - Minggu (30/6/2019) mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar pentas akhir Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) WAFTER (Writing Diary for the Better Future).

Pentas ini diselenggarakan di Rumah Belajar Kreatif Kaki Gunung Merapi (Kagem Jogja) yang terletak di Perumahan Mandala, Jalan Kaliurang kilometer 10, Jetis Baran, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pentas akhir merupakan acara puncak dari program pengabdian WAFTER.

Sebelumnya para mahasiswa UNY yang terdiri dari Pratrisya Cinta Paramita (Psikologi), Dian Candrasari (Psikologi), Shafira Rizki Amalia (Psikologi), dan Safira Adnina (Pendidikan Seni Rupa) secara insentif mendampingi anak-anak kelas 4 dan 5 sekolah dasar yang berjumlah 8 orang dari bulan April 2019 hingga bulan Juni 2019.

Anak-anak di Kagem Jogja diajak untuk menulis buku harian secara intensif, hal ini dilakukan karena melalui kegiatan menulis, kita dapat menilik self efficacy (keyakinan pada diri sendiri untuk dapat melakukan sesuatu) pada diri adik-adik di KAGEM Jogja.

Menulis dapat menjadi sarana untuk dapat mencapai sesuatu setiap harinya serta mengubah proses kognitif untuk menemukan apa yang ingin dicapai dan langkah untuk mencapai sesuatu (Hashemnejad, Zoghi, & Amini, 2014).

Pada acara pentas akhir tersebut, terdapat 5 orang anak yang tampil dengan berani menceritakan cita-cita mereka yang tervisualisasi melalui gambaran yang telah mereka buat pada pertemuan sebelumnya dihadapan orang tua serta para volunter Kagem Jogja.

Acara berlangsung dengan lancar dan penuh keceriaan. Terjadi momen haru ketika anak-anak menyanyikan lagu “Laskar Pelangi” sembari memberikan setangkai bunga mawar dan memohon doa restu kepada orang tua mereka.

Terlihat para hadirin terutama orang tua anak berkaca-kaca. Pada kesempatan pentas akhir tersebut, anak-anak mengaku senang dengan adanya program ini. Tidak hanya itu, orang tua dan para volunter juga merasakan hal yang sama.

“Saya dan para orang tua mengucapkan terimakasih kepada mbak-mbak WAFTER yang sudah mendampingi anak-anak kami selama beberapa bulan ini. Alhamdulillah anak-anak menjadi lebih percaya diri dan berani berbicara di depan umum” ujar salah satu orangtua yang hadir pada acara pentas akhir tersebut. (*)

*Oleh: Tim PKM-M WAFTER UNY

Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved