Sport

Gelar Tes Fisik, KONI DIY Siap Evaluasi Atlet Puslatda

Wakil Ketua Umum II KONI DIY Rumpis Agus Sudarko pun menjelaskan, kegiatan tersebut sangatlah penting dilakukan, lantaran untuk mengetahui kondisi fis

Gelar Tes Fisik, KONI DIY Siap Evaluasi Atlet Puslatda
istimewa
Sejumlah atlet Puslatda KONI DIY menjalani rangkaian tes fisik, di komplek kantor setempat, Yogyakarta, Minggu (7/7/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - KONI DIY kembali melangsungkan rangkaian tes fisik bagi para atlet Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Level 1 dan 2 Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON), di Lapangan Kenari, serta komplek kantor setempat, Yogyakarta, Minggu (7/7/2019).

Dalam pelaksanaan tes yang telah berlangsung untuk ketiga kalinya tersebut, KONI DIY menjalin kerja sama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), serta Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Yogyakarta. 

14 Gugatan Ditolak, KONI DIY Masih Sinkronisasi Data

Adapun rangkaiannya meliputi tes fisik lari 30 meter, shocken test, triple hop test, vertical jump, side step test dan lari multistage.

Pemeriksaan kesehatan pun dijalani atlet, mulai cek tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernapasan, pengukuran tinggi dan berat badan, data dehidrasi, riwayat cedera, riwayat gizi, hingga pola makan sehari-hari. 

Sekitar 120, dari total 168 atlet Puslatda KONI DIY pun turut serta dalam kegiatan ini. Di antaranya dari cabor dan subcabor aeromodelling, billiar, voli pantai, judo, panahan, pencak silat, renang indah, sepatu roda, taekwondo, wushu, terbang layang, panjat tebing, binaraga, balap motor, kempo, atletik, voli indoor, gantole, renang Indah, serta tarung derajat. 

Sebagian Pra-PON Mulai Digelar Akhir Juni, KONI DIY Minta Cabor Bersiap

Namun, sejumlah atlet belum bisa mengikuti tes karena tengah menjalani agenda Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), melakoni Pra-PON , atau mengikuti seleksi Pra-PON di tingkat DIY, layaknya voli pantai, panjat tebing, balap sepeda, woodball, serta panahan. 

Wakil Ketua Umum II KONI DIY Rumpis Agus Sudarko pun menjelaskan, kegiatan tersebut sangatlah penting dilakukan, lantaran untuk mengetahui kondisi fisik atlet seusai Lebaran.

Di sisi lain, keberadaan tes ini, juga menjadi salah satu tolok ukur bagi pihaknya.

Benar saja, imbuhnya, terutama terkait rekomendasi kepada pelatih maupun masing-masing cabor, jelang Kualifikasi Pra-PON yang mulai berlangsung pada Juli 2019 hingga Januari 2020 mendatang.

"Hasilnya akan dibandingkan dengan tes terakhir pada Desember lalu, ada peningkatan atau tidak. Ya, karena ada Pra-PON juga, fisik itu pendukung teknik, sekaligus pelatih diminta lakukan tes kecabangan," pungkas Rumpis. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved