Gunungkidul

Dua Permasalahan PPDB Ini Jadi Sorotan Disdikpora Gunungkidul

Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Raosyid mengatakan, pihaknya masih memaklumi banyaknya orangtua siswa yang bingung dalam sistem PPDM d

Dua Permasalahan PPDB Ini Jadi Sorotan Disdikpora Gunungkidul
ppdb
Ilustrasi PPDB 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Gunungkidul telah berlangsung beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga telah lakukan evaluasi terhadap PPDB di Gunungkidul.

Dari evaluasi yang dilakukan ada dua catatan yang menjadi perhatian Disdikpora Kabupaten Gunungkidul.

Masih Marak Masyarakat yang Buang Sampah ke Sungai Picu Penurunan Kualitas Air di Gunungkidul

Dua hal tersebut adalah Orangtua murid masih kebingungan dengan sistem online dan tahu ini banyak bangku kosong baik itu tingkat SD maupun SMP.

Kepala Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Raosyid mengatakan, pihaknya masih memaklumi banyaknya orangtua siswa yang bingung dalam sistem PPDM dengan cara inline dan zonasi.

"Hasil evaluasi kami ada dua yang menjadi catatan yaitu orangtua masih kebingungan dengan sistem ini dan banyak bangku kosong, untuk sistem ini tergolong baru dan membutuhkan adaptasi bagi orangtua siswa," ujarnya, Minggu (7/7/2019).

MM UGM Salurkan Bantuan Air Bersih ke Gunungkidul

Menurutnya pada tahun ini terjadi kekosongan bangku sebanyak 260.

Dengan rincian kasus sekolah kekurangan murid dialami oleh lembaga pendidikan yang berada di pinggiran.

Misalnya, SMP 3 dan SMP 4 Ponjong, SMP 2 dan SMP 3 Tepus, SMP Ngawen, SMP 3, 4, dan SMP 5 Panggang.

Bahron menjelaskan dampak dari kekurangan murid tersebut berpengaruh terhadap penerimaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), itu karena dana tersebut dihitung berdasarkan jumlah murid.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved