Gunungkidul

Dinpar Gunungkidul akan Mendata SG untuk Dikelola

Menurutnya jika tanah sudah ada kekancingan dapat membuka peluang investor masuk ke Gunungkidul dan menanamkan modalnya ke Gunungkidul.

Dinpar Gunungkidul akan Mendata SG untuk Dikelola
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul akan mendata (inventarisir) pantai mana saja yang bisa dimanfaatkan oleh pemkab untuk pengembangan pariwisata di Gunungkidul.

Termasuk juga mengelola tanah yang berstatus Sultan Ground (SG).

"Kita inventarisir mana saja pantai yang bisa dikelola, termasuk juga tanah yang bertatus SG akan dimintakan kekancingan," kata Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti, Minggu (07/07/2019).

Warga Dipoyudan Mengadu ke Keraton Terkait Penggunaan Tanah Sultan Ground yang Mereka Tempati

Pihaknya saat ini sedang melakukan komunikasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gunungkidul, untuk mengetahui dimana saja letak SG.

Dengan gambar yang dimiliki pihaknya dapat mengetahui tanah mana saja yang dikelola dengan kekancingan maupun tanah yang masih berstatus SG.

"Kalau kita urus kemudian nanti akan kita kelola. Memang (mengurus kekancingan) seharusnya memalui pemda. Saat ini masih proses inventaris jadi lokasi dimana saja belum bisa terlihat," katanya.

Ini 4 Jenis Serat Kekancingan yang Harus Dikenali Penghuni Sultan Ground dan Pakualam Ground

Menurutnya jika tanah sudah ada kekancingan dapat membuka peluang investor masuk ke Gunungkidul dan menanamkan modalnya ke Gunungkidul.

"Ini untuk mempermudah mengelola dan tentu saja sapat menarik investor masuk, dan menghindari konflik-konflik seperti permasalahan tanah SG selama ini," ucapnya.

Menurut Asti, pariwisata di Gunungkidul tiap tahunnya memberikan dampak positif bagi masyarakat Gunungkidul, sehingga ia berharap dengan pengelolaan yang baik kawasan wisata mendapatkan keuntungan yang lebih.

"Kalau tidak ada konflik di obyek wisata, wisatawan akan banyak berkunjung dan tentu saja menguntungkan pelaku wisata," imbuh dia.

Terkait polemik di kawasan obyek wisata, ia tak memungkiri hal itu masih kerap ditemukan.

Ia berharap setiap masalah yang ada untuk dibicarakan dan dibahas bersama pemerintah. Sehingga nantinya solusi terbaik dapat dicapai dan tidak menimbulkan konflik.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved