Pendidikan

PPDB di Gunungkidul Diwarnai Titik Koordinat Sekolah yang Melenceng

Pada hari pertama ditemukan kendala yaitu titik koordinat yang tidak sesuai dengan koordinat sekolah.

PPDB di Gunungkidul Diwarnai Titik Koordinat Sekolah yang Melenceng
ppdb
Ilustrasi PPDB 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid memastikan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Gunungkidul berjalan dengan lancar.

Walaupun pada hari pertama ditemukan kendala yaitu titik koordinat yang tidak sesuai dengan koordinat sekolah.

"Benar memang terjadi koordinat sampai melenceng hingga Samudera Hindia, dan yang menemukan itu dari SMP Semin. Ada kejanggalan saat itu kenapa masyarakat terhubung dengan sekolah di luar Semin, langsung kami lakukan perbaikan pada saat itu juga," kata Bahron pada Tribunjogja.com, Kamis (7/4/2019).

Ini 8 Alasan Memilih TVS Ntorq 125 untuk Berkendara

Menurutnya saat koordinat tidak diyakini maka pihaknya melakukan pengecekan terhadap titik koordinat tersebut.

Setelah proses PPDB ini, sambungnya, maka akan dilanjutkan dengan proses pendaftaran ulang yang dilakukan pada besok.

Ia menekankan bahwa sekolah tidak diperbolehkan untuk memungut biaya uang gedung.

"Kalau ada yang masih nekat memungut uang gedung masyarakat dapat melaporkan langsung ke Disdikpora Kabupaten Gunungkidul. Kami memiliki Unit Pelayanan Terpadu masyarakat bisa langsung melaporkan melalui uinit tersebut, atau langsung menghubungi saya," katanya.

Selain melalui unit pelayanan terpadu masyarakat juga bisa melaporkan sekolah yang masih nekat memungut biaya melalui laman Disdikpora Gunungkidul.

12 SMP di Kulon Progo Kekurangan Siswa

Ia mengakui dalam PPDB kali ini sekolah pinggiran Gunungkidul dipastikan beberapa akan mengalami kekurangan murid, karena tidak seimbangnya antara lulusan murid dengan kursi yang tersedia di sekolah se-Kabupaten Gunungkidul.

"Contohnya di SMP N 4 Ponjong yang hingga saat ini masih kekurangan murid, dan beberapa sekolah pinggiran lainnya. Untuk itu kami memperbolehkan sekolah membuka pendaftaran melalui jalur offline," tambahnya.

Terpisah, Ketua Panitia PPDB SMP 2 Wonoari, Siti Fatinah mengatakan, kendala yang dialimi adalah masih banyak masyarakat yang awam dengan sistem pendaftaran secara online.

Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya menjelaskan satu persatu kepada orangtua peserta didik.

"Kami menjelaskan satu persatu, selain itu sempat terjadi kendala jaringan internet tetapi kendala tersebut setelah PPDB ditutup. Pihak sekolah saat itu lembur dan tiba-tiba jaringan tidak bisa digunakan karena sedang dalam pemeliharaan, tetapi setelah itu juga lancar kembali," katanya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved