Yogyakarta

Lebih dari 61 Hari Tidak Hujan, BMKG Sebut 4 Kabupaten DIY Berstatus Awas Kekeringan

Status awas didasarkan pada Hari Tanpa Hujan (HTH) dan juga prospek curah hujan rendah.

Lebih dari 61 Hari Tidak Hujan, BMKG Sebut 4 Kabupaten DIY Berstatus Awas Kekeringan
ist
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Empat Kabupaten di DIY kemungkinan mengalami kekeringan yang cukup ektrem, sebab empat kabupaten tersebut berada dalam status awas.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Etik Setyaningrum mengatakan, status awas didasarkan pada Hari Tanpa Hujan (HTH) dan juga prospek curah hujan rendah.

Kabupaten yang berpotensi kekeringan meteorologis adalah Kabupaten Bantul, melaiputi Kasihan, Jetis, Imogiri, Pajangan, Pandak, Bantul, Sewon, Banguntapan, dan Piyungan.

TVS Menggebrak Pasar dengan 3 Produk Baru di Lini Berbeda

Selanjutnya Kabupaten Gunungkidul, meliputi Tanjungsari, Paliyan, Girisubo, Rongkop, Karangmojo, Ponjong, Wonosari, Saptosari, Semanu, dan Tepus.

Kabupaten Kulon Progo yang berpotensi kekeringan adalah Panjatan, dan untuk Kabupaten Sleman, yang berpotensi mengalami kekeringan adalah Tempel.

"Status awas, status tersebut karena menurut pantauan, telah terjadi Hari Tanpa Hujan (HTH) dan sudah terjadi lebih dari 61 hari. Selain itu juga dilihat dari curah hujan yang rendah, kurang dari 10mm per 10 hari," katanya pada Tribunjogja.com, Kamis (4/7/2019).

Selain berstatus awas, ada pula yang berstatus siaga.

Status siaga karena telah mengalami HTH lebih dari 31 hari dan prospek curah hujan rendah, kurang dari 10 mm per 10 hari.

Pemprov DIY Siapkan 1.500 Tangki untuk Droping Air

Status siaga terjadi di Kabupaten Bantul, meliputi Pleret, Piyungan, Bambanglipuro, Pundong, Dlingo, Kretek, Kasihan, dan Sedayu.

Untuk Kabupaten Sleman tejadi di Berbah, Prambanan, Ngemplak, Cangkringan, Seyegan, Moyudan, Minggir, Kalasan,Ngemplak, Pakem, Depok, Gamping, Turi, Godean, Sleman, dan Ngaglik.

Sementara Kabupaten Kulon Progo terjadi di Kokap, Pengasih, dan Girimulyo.

Kabupaten Gunungkidul meliputi Patuk, Purwosari, Ngawen, Nglipar, Playen, dan Semin.

"Kami lakukan monitoring terhadap perkembangan musim kemarau. Dari hasil pantauan menunjukkan seluruh DIY sudah memasuki musim kemarau, secara periodik menguat. Perkiraan puncak musim kemarau Agustus 2019," ungkapnya.

"Perkiraan curah hujan tiga bulan ke depan masih rendah, berkisar 0 sampai10 mm per bulan. Untuk itu kami mengimbau masyarakat agar waspada kekeringan, yang berdampak pada pertanian, ketersediaan air, dan potensi kebakaran," tutupnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved