Pendidikan

Latih Anak Hindari Lakukan Perundungan Verbal, Mahasiswa UNY Kreasikan Pop-up Book

Buku pop-up berisi cerita pendek yang ringan tentang penggunaan empat kata ajaib yaitu maaf, terima kasih, tolong, dan permisi.

Latih Anak Hindari Lakukan Perundungan Verbal, Mahasiswa UNY Kreasikan Pop-up Book
istimewa
Untuk melatih dan menguatkan kesantunan berbahasa, terutama kepada anak, sekelompok mahasiswa UNY membuat buku pop-up berisi cerita pendek yang ringan tentang penggunaan empat kata ajaib yaitu maaf, terima kasih, tolong, dan permisi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sampai dengan saat ini, fenomena perundungan masih sering dianggap remeh oleh sebagian orang.

Padahal ketika dilihat, perundungan ini akan mengancam kesehatan mental yang juga berimbas kepada kesehatan fisik seseorang.

Salah satu perundungan yang masih sering dianggap remeh adalah perundungan verbal.

Perundungan verbal ini merupakan suatu pelanggaran nilai-nilai bahasa.

Ini 8 Alasan Memilih TVS Ntorq 125 untuk Berkendara

Kesantunan berbahasa ini menjadi satu dari beberapa aspek kebahasaan yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional penuturnya karena di dalam komunikasi, penutur dan petutur tidak hanya dituntut menyampaikan kebenaran, tetapi harus tetap berkomitmen untuk menjaga keharmonisan hubungan.

Untuk melatih dan menguatkan kesantunan berbahasa, terutama kepada anak, sekelompok mahasiswa UNY membuat buku pop-up berisi cerita pendek yang ringan tentang penggunaan empat kata ajaib yaitu maaf, terima kasih, tolong, dan permisi.

Mereka adalah Mahira Clarita Garinihasna prodi pendidikan bahasa Inggris, Anis Safitri prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, Dianita Astari prodi pendidikan ekonomi, Nadhila Hibatul Nastikaputri prodi bahasa dan sastra Indonesia serta Syaeful Anwar prodi pendidikan seni rupa.

Mahira Clarita Garinihasna mengungkapkan, selain mengajarkan kesantunan berbahasa, buku pop-up ini juga bertujuan mengenalkan keragaman suku, agama, bahasa, dan budaya di Indonesia yang akan tampak pada pakaian tokoh, penggunaan bahasa, dan setting cerita.

Masker Jahe Merah Buatan Mahasiswa UNY Ampuh Atasi Jerawat

Menurutnya, buku ini bisa dijadikan solusi bagi para orangtua untuk menanamkan karakter santun berbahasa dengan cara yang menyenangkan, membiasakan anak untuk senang membaca, dan meningkatkan kedekatan antara orangtua dan anak.

"Buku ini menceritakan seorang anak kecil bernama Rio yang datang ke Kampung Garuda Perkasa. Masyarakat di kampung ini berasal dari berbagai macam suku dan agama sebagai representasi Indonesia yang multikultur," ungkapnya melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com.

Rio sendiri notabene anak modern belajar kesantunan berbahasa dari teman-teman barunya yang multikultur.

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved