Yogyakarta

Kemarau, Distan DIY Minta Petani Ubah Pola Tanam

Musim kemarau ini justru menjadi momen yang tepat untuk mengedukasi petani terkait pola tanam yang benar.

Kemarau, Distan DIY Minta Petani Ubah Pola Tanam
SHUTTERSTOCK via kompas.com
Ilustrasi tanaman padi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki musim kemarau, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong petani mengubah pola tanam.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sasongko mengatakan pola pikir petani saat ini lebih adalah menanam padi.

Menurutnya musim kemarau ini justru menjadi momen yang tepat untuk mengedukasi petani terkait pola tanam yang benar.

Ini 8 Alasan Memilih TVS Ntorq 125 untuk Berkendara

"Petani kan kebanyakan berpikir tanam padi terus. Tetapi kan tidak bisa begitu. Pola tanam yang benar kan padi, padi, palawija atau holtikultura. Jadi jangan padi, padi terus.Sekarang saatnya menanam palawija atau holtikultura," katanya pada Tribunjogja.com, Kamis (4/7/2019).

Selama musim kemarau, ia meminta petani tidak memaksakan diri menanam padi, apalagi di daerah yang kesulitan air.

Selama musim kemarau, tanaman yang cocok ditanam adalah tanaman yang tidak membutuhkan banyak air, seperti palawija dan holtikultura.

Jika petani memaksakan diri menanam padi, maka dikhawatirkan akan mengalami gagal panen.

Lebih dari 61 Hari Tidak Hujan, BMKG Sebut 4 Kabupaten DIY Berstatus Awas Kekeringan

"Kemarin sudah sempat berdiskusi dengan para petani. Kami sampaikan untuk tidak memaksakan menanam padi. Tetapi kalau daerahnya tidak kesulitan air ya tidak masalah. Kamimendorong petani untuk tanam palawija atau holtikultura, seperti cabe, bawang merah.Kalau buah ya semangka dan melon," jelasnya.

Dengan menanam palawija atau holtikultura, petani tidak akan rugi.

Sebab tanaman tersebut juga dibutuhkan oleh masyarakat.

"Sementara menanam itu dulu, karena bawang, cabe juga dibutuhkan oleh masyarakat. Paling tidak bisa menutup selama tidak menanam padi," tutupnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved