Yogyakarta

Kawasan Zona Merah Merapi dan Penambangan Jadi Catatan Biosfer

Biosfer ini adalah bagian untuk memasarkan kawasan di dalamnya secara internasional.

Kawasan Zona Merah Merapi dan Penambangan Jadi Catatan Biosfer
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Lokasi penambangan pasir Kali Gendol, Kepuharjo, Cangkringan. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kepala Bappeda DIY, Budi Wibowo mengatakan Pemprov DIY merespon positif rencana usulan biosfer tersebut.

Meski demikian ada beberapa kendala yang dijumpai di lapangan.

"Tantangan adalah masih ada masyarakat yang tinggal di zona merah Merapi. Mereka masih enggan turun dan juga soal penambangan," kata Budi saat ditemui Tribunjogja.com di Kepatihan, Selasa (2/7/2019).

Ini 8 Alasan Memilih TVS Ntorq 125 untuk Berkendara

Budi menjelaskan, persoalan ini nantinya akan diselesaikan dengan langkah persuasif.

Hal ini pun akan masuk di action plan selama 10 tahun ke depan yang akan disusun oleh pemerintah bersama dengan Lipi.

"Hal ini harus diselesaikan karena Unesco akan mengamati terus. Masyarakat pun harus menjaga keanekaragaman hayati tersebut," urainya.

Dia berharap pengusulan ini akan disambut positif masyarakat.

Lava tour di Merapi juga nanti akan dibuat lebih tertib dan rapi dalam menyambut usulan ini.

Gunung Merapi, Merbabu, Menoreh Diusulkan Jadi Cagar Biosfer di Unesco

"Secara garis besar kami menyambut positif dan Gubernur juga positif menanggapi rencana ini," urainya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Sutarto menjelaskan, biosfer ini adalah bagian untuk memasarkan kawasan di dalamnya secara internasional.

Gubernur pun mendukung hal itu dengan catatan sosialisasi harus all out karena ada hak privat warga.

"Salah satunya kawasan merah harus menjadi perhatian dan penambangan juga. Penambangan bagian dari penghidupan masyarakat namun kami sudah bergerak dengan memberikan izin Amdal, UKL, UPL dan semacamnya," jelasnya.

Beberapa hal teknis ini, nantinya akan dituangkan dalam action plan yang disusun bersama dan melibatkan multisektor. (*)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved