Pendidikan

ISI Yogyakarta Gelar Joint International Conference

Kajian-kajian interdisipliner saat ini mulai berkembang, banyak ahli yang mulai tertarik pada prinsip, kebijakan, dan aplikasi percampuran berbagai ke

ISI Yogyakarta Gelar Joint International Conference
istimewa
Joint International Conference yang berlangsung di The Phoenix Hotel pada 3-5 Juli 2019. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melakukan sebuah langkah besar dengan merespons hadirnya Revolusi Industri 4.0 melalui tema Dies Natalis XXXV – Lustrum VII ISI Yogyakarta bertajuk ”Kecerdasan Buatan dalam Seni di Era Revolusi Industri 4.0”

Rangkaian kegiatan akademik berupa Workshop Penulisan Ilmiah berbantukan Essay Jack dan Turnitin serta Workshop Pendampingan Penulisan Naskah Publikasi Internasional.

ISI Yogyakarta Gelar Pameran Seni Media Rekam

Rangkaian acara diakhiri dengan Joint International Conference yang menghadirkan dua buah konferensi internasional yaitu: CREATIVEARTS (International Conference on Intermedia Arts and Creative Technology) dan ICONARTIES (International Conference on Interdisciplinary Artsand Humanities) yang berlangsung di The Phoenix Hotel pada 3-5 Juli 2019.

Ketiga rangkaian kegiatan tersebut dirancang dalam sebuah kepanitiaan Annual Symposium of Arts, Technology, and Humanities 2019 sebagai sebuah inovasi ISI Yogyakarta dalam mengembangkan kapasitas akademik dan kerja sama internasional bagi seluruh sivitas akademiknya.

ISI Yogyakarta Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Rektor ISI Yogyakarta, M. Agus Burhan mengatakan, seni, teknologi dan humaniora dalam perkembangannya saling mendukung dan memiliki keterkaitan ilmiah satu sama lain.

"Semakin berkembang masyarakat, maka semakin kompleks permasalahan yang dihadapi," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Kamis (4/7/2019).

Hal ini membutuhkan solusi dan kajian yang komprehensif dari semua aspek.

Kajian-kajian interdisipliner saat ini mulai berkembang, banyak ahli yang mulai tertarik pada prinsip, kebijakan, dan aplikasi percampuran berbagai keilmuan sebagai solusi permasalahan yang mereka dihadapi.

"Dengan demikian, perubahan pada penyelesaian masalah bidang seni, teknologi, dan humaniora secara interdisipliner pada aspek masyarakat turut menentukan hadirnya perubahan pada masyarakat dunia," lanjutnya.

ISI Yogyakarta Tampilkan Kecerdasan Buatan dalam Seni di Era Revolusi Industri 4.0

Sebagai peran aktif ISI Yogyakarta untuk menghadirkan pembahasan ilmiah tentang tantangan, peluang, dan perannya di era Revolusi Industri 4.0 di bidang seni, teknologi, dan humaniora, dihadirkanlah delapan ahli di bidang-bidang tersebut sebagai keynote speakers di acara Joint International Conference 2019

Beberapa diantaranya menghadirkan Associate Profesor Dr. Veerawat Sirivesmas (Silpakorn University, Thailand), Prof. Matthew Isaac Cohen, Ph.D. (Royal Holloway, University of London, UK), Prof. Eduard Groller (TU Wien Institute of Computer Graphics and Algorithms, Austria), Prof. Karan Singh (University of Toronto, Canada), Prof. Susanne P. Radtke (Ulm University of Applied Science, Germany).(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved