Dampak EQ Lemah, Rendahnya Kecerdasan Emosional Bisa Bikin Beberapa Hal Ini Berantakan

Tanpa kecerdasan emosional atau EQ, rupanya bisa membuat beberapa hal dalam hidup seseorang menjadi berantakan. Berikut dampak EQ lemah

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Yoseph Hary W
Hypnotherapy in Wales from Gaia Evalyn Love via tribunnews.com
Ilustrasi 

Dampak EQ Lemah, Rendahnya Kecerdasan Emosional Bisa Bikin Beberapa Hal Ini Berantakan

Dampak EQ lemah atau rendahnya kecerdasan emosional alias emotional quotient (EQ) patut menjadi perhatian.

Rendahnya kecerdasan emosional, ternyata bisa berpengaruh pada baik tidaknya hidup anda berjalan.

Tanpa kecerdasan emosional atau EQ, rupanya bisa membuat beberapa hal dalam hidup seseorang menjadi berantakan.

Sebab itu, penting bagi seseorang memahami tanda-tanda atau ciri-ciri EQ lemah melalui keseharian, baik sikap maupun sifat seseorang.

Ciri-ciri EQ lemah selengkapnya pada  tautan artikel di bawah ini:

Inilah Ciri-ciri EQ Lemah Berdasarkan Sifat dan Keseharian Seseorang, Penting Mana Dibanding IQ?

Bagaimana dengan dampak EQ lemah yang disebut-sebut bisa bikin bagian-bagian hidup seseorang menjadi berantakan?

Tribunjogja.com mengutip dari hellosehat.com, EQ memang lebih kurang soal cara mengekspresikan emosi sekaligus mengatasinya secara positif.

Orang dengan kecerdasan emosional atau EQ tinggi disebut paling bisa mengatasi banyak masalah bahkan ketika mengalami tekanan tinggi.

Lantas apa yang terjadi jika EQ lemah atau bahkan tanpa kecerdasan emosional, berikut 4 dampak EQ lemah yang bisa bikin hal-hal dalam hidup seseorang kacau dan berantakan:

1. Kinerja dan sekolah

EQ lemah diyakini bisa membuat pekerjaan atau sekolah berantakan.

Mengapa, alasannya karena kecerdasan emosional atau EQ dengan standar baik atau tinggi bisa membantu dalam mengatasi masalah sosial,

baik di tempat kerja atau sekolah. Nilai EQ juga kerap menjadi ukuran penilaian karyawan.

2. Kesehatan fisik

EQ yang lemah membuat seseorang tidak mampu mengatasi emosi, yang ujungnya adalah stres.

Maka jika mengalami stres terus menerus, seseorang bisa saja mengalami masalah kesehatan yang bahkan serius.

Misalnya menjadi tekanan darah tinggi, berkurangnya kekebalan tubuh, risiko jantung dan stroke, ketidaksuburan, dan cepat tua.

3. Kesehatan mental

EQ lemah jelas membuat stres yang jika tidak terkendali akan membuat mental lemah.

Rentetannya adalah mengalami kecemasan dan depresi, dan merasa kesepian atau terisolasi.

4. Hubungan dengan orang lain

EQ lemah akan membuat seseorang gagal memahami orang lain.

Jika demikian yang terjadi, komunikasi atau hubungan dengan orang lain pun akan kacau dan berantakan.

Cara meningkatkan EQ

Ilustrasi
Ilustrasi (via grid.id)

1. Mengurangi emosi negatif

2. Berlatih tetap tenang dan mengatasi stres

3. Berlatih mengekspresikan emosi yang tak mudah

4. Bersikap proaktif, bukan reaktif, saat berhadapan dengan orang yang memicu emosi Anda

5. Belahar mampu untuk bangkit dari kesulitan

6. Belajar dan tingkatkan Kemampuan untuk mengungkapkan perasaan dalam hubungan pribadi

***

Ciri-ciri EQ lemah

Sebagaimana dilansir dari Intisari Online, EQ lemah bisa diketahui melalui tanda-tanda atau ciri-ciri berikut ini:

Ada IQ ada pula EQ. IQ kependekan dari intellectual quotient, sedangkan EQ dari emotional quotient. 

Tingkat IQ kerap menjadi bagian dari tes masuk sekolah atau kerja yang mana sedikit banyak bisa diukur dengan angka. 

Namun bagaimana dengan EQ? Lemah kuatnya EQ seseorang ternyata justru bisa diketahui berdasarkan kesehariannya. 

Ciri-ciri dan tanda-tanda EQ lemah pun bisa dilihat dari sifat seseorang, misal emosionalnya, ketegasannya, dan juga mudah tidaknya terkena stress dan lain sebagainya. 

Lantas penting mana antara IQ dan EQ bagi manusia, berikut ulasan singkatnya dilansir dari Huffingtonpost.com via intisari online.

Disebutkan bahwa tidak seperti intellectual quotient (IQ), sebenarnya emotional quotient (EQ) lebih mudah untuk ditempa.

Sebab EQ berbicara soal pilihan hidup dan disiplin.

EQ juga tidak diukur dengan standar angka, namun akan terlihat dari cara hidup setiap hari.

Bagaimana caranya agar kita mengetahui apakah EQ kita lemah atau kuat?

Ilustrasi
Ilustrasi (Freepik via Intisari Online)

Berikut ciri-ciri dan tanda orang dengan EQ lemah:

1. Gampang stres

Saat ada situasi yang tidak beres, orang dengan EQ lemah biasanya mudah merasa tidak nyaman, cemas, dan frustasi.

Ia membiarkan dirinya dikuasai berbagai emosi yang tidak perlu. Sehingga pikiran dan perasaannya kacau.

Sebaliknya, orang yang memiliki EQ yang kuat cenderung mampu mengendalikan stres dan mengelola mood. Sehingga ia jauh dari stres.

2. Tidak tegas pada diri sendiri

Orang yang memiliki EQ yang baik mampu menyeimbangkan sikap, perilaku, dan pikirannya. Ia memiliki batasan-batasan tertentu pada dirinya.

Sehingga hal-hal yang membuat kualitas hidupnya memburuk akan dibuangnya. Istilahnya ia tegas terhadap dirinya sendiri.

Sedangkan orang yang lemah EQ biasanya menjalani hidup semaunya, tanpa prinsip dan batasan.

3. Tidak mengenal emosinya sendiri

Semua manusia pasti memiliki emosi, namun tidak semua orang mengenal emosi yang dialaminya.

Penelitian membuktikan hanya 36% orang bisa mengenal dan mengendalikan emosinya.

Sebaliknya orang yang lemah EQ biasanya tidak mampu mengenal emosinya sendiri.

Sehingga ia gampang jatuh dalam kesalahpahaman, konflik, dan emosi-emosi beracun lainnya. Ia cenderung merasa buruk, sensitif, frustasi, dan cemas.  

4. Mudah berasumsi dan sangat mempercayai asumsinya sendiri

Orang yang lemah EQ biasanya cepat untuk berasumsi dan beropini. Tanpa mencari bukti, ia selalu mempercayai asumsinya.

Bahkan ketika sudah ditemukan fakta dan kebenarannya pun, kalau itu bertentangan dengan asumsinya, ia akan menolaknya.

5. Menyimpan dendam

 Emosi negatif seperti menyimpan dendam dan keinginan untuk membalas dendam biasanya timbul pada orang yang lemah EQ.

Hal ini merupakan salah satu respons karena tidak mampu mengendalikan stres.

6. Sering jatuh dalam kesalahan yang sama

Orang dengan EQ lemah sulit melupakan kesalahan orang lain maupun kesalahan diri sendiri.

Ia sering jatuh pada kesalahan yang sama tanpa upaya untuk memperbaiki kesalahan itu.

Padahal membiarkan diri terus berada dalam kesalahan yang sama bisa menghancurkan kualitas hidup.

7. Sering salah paham pada orang lain

Salah satu tanda EQ lemah adalah sulit untuk memahami intensi orang lain. Ia sering salah paham akan perkataan maupun perilaku orang lain.

Rasanya sulit baginya untuk berpikir dengan pikiran dan perasaan yang lebih terbuka untuk memahami maksud dan tujuan orang lain kepadanya.

8. Tidak mengenali dirinya sendiri

Semua orang, untuk mengendalikan diri perlu mengenali emosi dan sifatnya. Misalnya hal-hal apa yang membuatnya marah, senang, sedih, dan emosi lainnya.

Nah, orang yang lemah EQ biasanya tidak bisa memahami itu. Itulah sebabnya ia bersikap seperti orang yang tidak memiliki pendirian.

9. Tanpa ekspresi, malah tidak bisa marah

EQ yang baik tidak hanya soal sikap yang manis dan baik, namun juga kemampuan untuk mengekspresikan diri. Jika sedih, menangis.

Kalau senang, ya tertawa. Orang yang lemah EQ tidak mengetahui hal ini. Bahkan ada orang yang tidak bisa menunjukkan kemarahan pada dirinya.

Padahal menyimpan amarah itu tidak sehat.

10.  Menyalahkan orang lain akan apa yang dirasakannya

Emosi manusia itu timbul dari dalam diri, bukan dari luar. Namun orang yang lemah EQ tidak memahami konsep ini.

Untuk hal-hal yang dirasakannya, ia malah menyalahkan orang lain. Ia merasa bahwa orang lain harus bertanggung jawab akan apa yang dirasakannya sendiri.

11. Gampang tersinggung

Orang yang lemah EQ gampang tersinggung karena ia sendiri kurang percaya diri dan pikirannya tertutup.

Bahkan kadang, orang bercanda saja dianggap serius. Akhirnya ia tersinggung hingga menyimpan dendam. 

(*/ tribunjogja.com )

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved