Meski Berbahaya, Jepang Berencana Impor Virus Ebola

Jepang disebut memiliki rencana untuk mengimpor satu di antara virus mematikan di dunia, Ebola.

Meski Berbahaya, Jepang Berencana Impor Virus Ebola
www.vox.com
Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat merawat pasien virus ebola. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Jepang berencana mengimpor satu di antara virus mematikan di dunia, yaitu Ebola.

Tujuan dari impor virus Ebola ini tak lain karena pemerintah merasa perlu belajar lebih jauh dalam penanganan virus ini untuk melindungi warganya.

Tribunjogja.com mengutip dari laman South China Morning Post melalaui Asiaone.com, Rabu (3/7/2019), Walikota Musashimurayama, Masaru Fujino mengadakan percakapan dengan Menteri Kesehatan, Buruh dan Kesejahteraan, Takumi Nemoto.

Kabarnya dalam pertemuan tersebut telah disepakati bahwa Jepang dirasa perlu untuk belajar lebih banyak tentang virus-virus mematikan di dunia, yaitu Ebola, Lassa, Marburg, Crimean-Congo, dan demam berdarah Amerika Selatan untuk melindungi warganya.

National Institute of Infectious Diseases (NIID) memiliki satu-satunya laboratorium di Jepang yang fasilitasnya masuk kategori Biosafety Level Four (BSL4).

Para ahli akan mempelajari virus-virus ini untuk persiapan gelaran Rugby World Cup dan Tokyo Olympic Games tahun depan.

Menteri Kesehatan Jepang, Takumi Nemoto menyampaikan pada media, "Kami telah mencapai level pemahaman yang bagus dalam hal ini. Ini adalah langkah besar untuk melakukan perlindungan."

Direktur NIID, Dr Masayuki Saijo mengungkapkan jika hal ini merupakan langkah positif bagi dunia pengetahuan di Jepang.

Menurutnya, tak menutup kemungkinan para ahli di Jepang dapat membantu untuk menemukan obatnya.

"Kami berencana untuk mengimpor virus yang sangat patogen ini agar dapat mengembangkan prosedur diagnostik yang sensitif dan spesifik untuk mereka," jelas Dr Saijo.

"Meskipun belum ada wabah penyakit ini di Jepang, Tokyo akan mendari tuan rumah Olimpiade tahun 2020 dan ada peningkatan risiko dari satu di antara virus ini dibawa ke negara (ini)," imbuhnya.

Keputusan akhirnya diprediksi akan disahkan minggu ini.

(Tribunjogja.com | Fatimah Artayu Fitrazana)

Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: ose
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved