Yogyakarta

Melalui BP4, Kemenag Ingin Janda Mandiri

Kepala Seksi Bimas Islam kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Maskur Ashari mengatakan banyak faktor yang menjadi penyebab perceraian.

Melalui BP4, Kemenag Ingin Janda Mandiri
THINKSTOCKPHOTOS
Ilustrasi perceraian. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Agama Kota Yogyakarta melalui Badan Penasihatan Bimbingan Perkawinan (BP4) Yogyakarta mendorong perempuan mandiri sebelum bercerai.

Kepala Seksi Bimas Islam kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Maskur Ashari mengatakan banyak faktor yang menjadi penyebab perceraian.

Namun lebih banyak istri yang menggugat suami.

Song Joong Ki Resmi Gugat Cerai Song Hye Kyo

Dampak dari perceraian juga banyak, selain berdampak pada anak, dampak negatif juga akan dialami istri yang akan menyandang gelar janda.

Ia menilai banyak perempuan yang tidak siap dengan sebutan janda, terlebih banyak anggapan negatif masyarakat.

Menurut data Pengadilan Agama Kota Yogyakarta, tahun 2017 tercatat 648 kasus perceraian.

Jumlah tersebut menurun pada tahun 2018, yaitu 571.

Pada tahun 2018, jumlah cerai gugat mencapai 352, sementara cerai talak hanya 99.

"Ada banyak faktor yang menyebabkan perceraian. Tetapi yang di BP4 itu kami menangani kasus yang sudah sulit. Kebanyakan perempuan yang datang, karena perempuan lebih banyak yang jadi korban," katanya belum ini.

Setelah Lebaran, Angka Perceraian di Sleman Meningkat

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved