Kunci Utama Sukses Membangun Bisnis Startup

Indonesia masuk dalam 5 besar negara dengan startup terbanyak, yaitu 2.071 startup.

Tribun Jogja/ Siti Umaiyah
Pembukaan Regional Digital Talent Scholarship 2019, yang berlangsung di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, (3/7/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Saat ini, Indonesia masuk dalam 5 besar negara dengan startup terbanyak, yaitu 2.071 startup.

Indonesia berada di belakang Amerika Serikat (AS) dengan 46.587 startup, disusul India 6.166 startup, Inggris 4.905 startup, Kanada 2.483 startup, dan Indonesia 2.071 startup.

Demikian disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M Ramli, dalam Pembukaan Regional Digital Talent Scholarship 2019 di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada, Rabu (3/7/2019).

Ia juga menyebutkan, untuk bisa sukses dalam membangun startup, setidaknya ada kunci utama.

Yakni 14% Funding, 24% Bussines Model, 28% Ideas, 32% Team, serta 42% Timing.

Menurutnya Timing inilah yang sangat diperlukan dalam menciptakan suatu startup yang sukses.

"Indonesia termasuk 5 negara dengan startup terbanyak. Kalau mau bangun startup, timing yang paling penting. Hal ini mengalahkan model, funding dan yang lainnya. Kita harus melihat masyarakat membutuhkan apa," ungkapnya.

Menurutnya, di Indonesia sendiri penetrasi internet mencapai 64,8%, dengan penduduk sebanyak 264,16 juta jiwa dan pengguna internet sebanyak 171,17 juta.

Hal tersebut membuat peluang startup menjadi besar untuk bisa mengembangkan usaha baru.

"Presiden memiliki komitmen kuat pada teknologi informasi agar anak muda masuk pada penggunaan ICT secara baik. Apalagi lima tahun ini pemerintah sedang fokus terhadap pembangunan SDM," ungkapnya.

Menurutnya, industri 4.0 merupakan revolusi industri paling spektakuler diantara revolusi industri lainnya.

Jika sebelumnya setiap revolusi bisa memerlukan waktu selama 100 tahun, maka untuk revolusi industri 4.0 waktunya hanya sekitar 10 tahun. Hal tersebut haruslah disikapi dengan tepat dan cepat.

Wikan Sakarinto, Dekan Sekolah Vokasi UGM, mengatakan di era 4.0, bangsa Indonesia harus bisa menjadi bangsa yang tangguh dan kreatif.

Selain itu, generasi muda juga harus bisa menguasai teknologi, agar bisa menangkal tenaga asing masuk Indonesia

"Kita manfaatkan bonus demografi. Pelatihan ini harus kita jadikan bekal untuk bisa membangun Indonesia. Kita harus jadi bangsa yang tangguh, kreatif dan memiliki enterpreneur yang bisa menggemparkan dunia. Untuk itu, yang dibutuhkan adalah semangat," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved