Kulon Progo

Disdikpora Kulon Progo Persilakan Siswa Daftar Sekolah di Lain Kota

Jika sekolah tempat siswa tersebut tidak mempersyaratkan dokumen apapun, pihaknya juga tidak akan mengeluarkan surat tertentu.

Disdikpora Kulon Progo Persilakan Siswa Daftar Sekolah di Lain Kota
ppdb
Ilustrasi PPDB 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo menjamin setiap calon siswa kategori anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapat alokasi kursi khusus dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Jikapun ada siswa yang ingin bersekolah di lain wilayah juga dipersilakan.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan SMP, Disdikpora Kulon Progo, Jujur Santoso menyikapi kabar tentang adanya siswa lulusan SLB berdomisili Kulon Progo yang mendaftar di SMP Negeri 13 Kota Yogya.

Jujur mengatakan, tersedia dua kursi bagi calon siswa kategori ABK dalam setiap rombongan belajar (rombel) tingkat SMP dalam PPDB di Kulon Progo.

Adapun kursi tersedia untuk SMP/Madrasah Negeri sebanyak 7.328 kursi.

Semua Sekolah di DIY Harus Siap Tampung Siswa ABK

"Pasti diterima karena ada afirmasi khusus untuk ABK. Namun, ya monggo saja kalau mau daftar di kota," kata Jujur, Rabu (3/7/2019).

Dalam penilaiannya, ada beberapa hal yang mungkin jadi pertimbangan sehingga siswa tersebut tidak memilih sekolah di Kulon Progo.

Misalnya, terkait pengembangan minat dan bakat siswa tersebut.

Namun begitu, dalam hal ini pihaknya bersikap pasif lantaran pemilihan sekolah merupakan hak setiap calon siswa.

Jika sekolah tempat siswa tersebut tidak mempersyaratkan dokumen apapun, pihaknya juga tidak akan mengeluarkan surat tertentu.

"Kalau dia mendaftar di kota lain, yang menentukan (persyaratan) kan di lokasi pendaftaran. Apalagi, untuk ranah SLB, kewenangan pembinaan bukan di kami melainkan di Disdikpora tingkat provinsi," kata Jujur.

Sejumlah Wali Siswa ABK di Yogyakarta Masih Kesulitan Cari Sekolah

Di sisi lain, dalam PPDB di Kulon Progo, jalur pendaftaran dibagi menjadi tiga yakni zonasi, perpindahan orangtua, dan jalur prestasi.

Porsinya masing-masing berurutan sebesar 90 persen zonasi, 5 persen jalur perpindahan orangtua, dan 5 persen jalur prestasi.

Khusus untuk jalur prestasi, pendaftaran juga lebih diutamakan di dalam area sesuai zonasi sekolah.

Adapun surat keterangan domisili biasanya hanya dipersyaratkan apabila tempat tinggal anak tidak sesuai dengan dokumen kependudukan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved