6.000 Hektar Hutan di Wilayah DIY Rawan Terbakar

Masyarakat diminta untuk mewaspadai dan juga menjaga agar tidak ada kebakaran hutan.

6.000 Hektar Hutan di Wilayah DIY Rawan Terbakar
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sedikitnya 6.000 hektar hutan di wilayah DIY rawan terjadi kebakaran pada saat musim kemarau.

Melihat potensi kebakaran hutan ini, masyarakat diminta untuk mewaspadai dan juga menjaga agar tidak ada kebakaran hutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Sutarto, menjelaskan potensi kebakaran hutan di DIY ini didominasi oleh hutan jati.

Menurutnya, banyaknya seresah atau dedaunan kering akibat pohon jati meranggas ini sangat berpotensi terjadi kebakaran.

“Dari data kami luasan hutan di DIY sekitar 19.125 hektar. 6.000 hektar rawan kebakaran karena didominasi tanaman jati,” ujarnya, Rabu (3/7/2019).

Sutarto mengatakan, kebakaran hutan memang sulit dihindari karena adanya seresah tersebut.

Untuk itu, pihaknya melakukan sosialisasi pada masyarakat agar berhati-hati pada saat membuang puntung rokok dan juga membakar dedaunan kering.

Pasalnya, hal ini akan berakibat fatal pada kebakaran hutan di DIY.

Dia menambahkan hingga saat ini, di DIY, belum ada kejadian kebakaran hutan.

Pada tahun lalu, kasus kebakaran hutan dua diantaranya dikarenakan adanya orang dengan gangguan jiwa yang membuang puntung rokok di area hutan jati.

“Kami sudah mempersiapkan diri untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan. Bersama lintas sektor seperti pihak Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dan KSDA.  Kami juga menyosialisasikan siaga bencana kebakaran, dengan menggelar apel kesiapsiagaan bencana kebakaran di Gunungkidul pada 9 Juli mendatang,” urainya.

Sutarto menambahkan pihaknya juga bersinergi dengan kelompok masyarakat di sekitar hutan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan atau meminimalkan dampak resiko jika kebakaran terjadi.

Para mandor mantri sinder juga terus menyosialisasikan ke masyarakat berbagai upaya mencegah kebakaran hutan.

“Kalau berbicara kebakaran hutan, mudah-mudahan tidak seperti tempat lain. Hutan kami dekat dengan kelompok masyarakat yang sigap jadi kalau kebakaran setengah hektar dipadamkan. Setengah hektar dipadamkan,” ujarnya. (*)

Penulis: ais
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved