Pendidikan

Sejumlah Wali Siswa ABK di Yogyakarta Masih Kesulitan Cari Sekolah

Sejumlah wali siswa ABK di Yogyakarta merasa masih kesulitan menemukan sekolah yang mampu untuk menampung anaknya.

Sejumlah Wali Siswa ABK di Yogyakarta Masih Kesulitan Cari Sekolah
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Komite Disabilitas DIY saat menggelar jumpa pers mengenai Problematika PPDB 2019/2020 bagi Siswa Inklusi di DIY, pada Selasa (2/7/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejumlah wali siswa ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) di DIY mengungkapkan, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun akademik 2019/2020 merasa masih kesulitan menemukan sekolah yang mampu untuk menampung anaknya yang berkebutuhan khusus.

Endang, seorang wali dari siswa ABK yang saat ini tinggal di Sleman mengaku beberapa SMP Negeri di Sleman yang dia datangi belum mampu untuk menampung anaknya.

Menurutnya dari pihak sekolah mengkhawatirkan apabila nantinya anaknya tidak bisa mengikuti apa yang diajarkan oleh guru.

Kampoeng Mataraman Olah Hasil Bumi Warga Jadi Berbagai Menu Menarik

Selain itu dari pihak sekolah mengaku juga belum mendapatkan info dari dinas mengenai tata cara menangani siswa ABK.

"Kamu berpikir kalau mau masuk Yayasan Kristen karena kebetulan kami non muslim namun belum ada. Lalu kami ingin anak kami sekolah di SMP Negeri 2 Sewon. Namun, mengingat rumah saya di Sleman, jadi sebelum ke Sewon saya cari info dulu ke sekolah-sekolah yang ada di Sleman. Katanya untuk guru belum ada sosialisasi untuk guru mengenai cara menangani. Apakah nanti kalau sekolah disini anak saya bisa mengikuti," ungkapnya.

Karena di Sleman dirasa belum ada SMP Negeri yang belum siap menerima anaknya, lalu dia memutuskan untuk kembali ke pilihan awal, yakni menyekolahkan anaknya di SMP Negeri 2 Sewon, meskipun jarak dari rumahnya ke sekolah dirasa agak jauh.

Anak Berkebutuhan Khusus Terkendala Mendaftar Sekolah pada Proses PPDB

Winarta, Bidang Pemantauan dan Layanan Pengaduan, Komite Disabilitas DIY menerangkan jika penjaminan hak bagi setiap orang untuk bisa mendapatkan pendidikan sudah tercantum dalam undang-undang.

Menurutnya, sampai dengan saat ini masih ada sebagian sekolah negeri yang belum siap menerima siswa ABK.

Hal tersebut pula yang turut membuat orangtua yang belum terlalu percaya untuk menyekolahkan anaknya yang berkebutuhan khusus ke sekolah negeri.

"Hak anak usia sekolah, tidak memandang siapa itu harus mendapatkan jaminan untuk mendapatkan pendidikan. Sekolah Negeri secara halus menyatakan belum siap menerima," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved